Lifestyle
Ternyata ini Alasan Wanita Susah Baca Google Maps Dibanding Pria
Sejumlah penelitian internasional mengungkap faktor biologis, hormonal, dan kepercayaan diri memengaruhi perbedaan kemampuan pria dan wanita dalam membaca peta, termasuk Google Maps.
MPN Indonesia 6 Januari 2026 - Perbedaan kemampuan membaca peta, termasuk penggunaan layanan Google Maps, antara pria dan wanita telah dibuktikan melalui sejumlah penelitian ilmiah.
Studi yang dilakukan University of Warwick dan Ruhr University Bochum menunjukkan bahwa faktor biologis, hormonal, dan psikologis berperan dalam perbedaan tersebut.
Penelitian ini dilakukan di Inggris dan Jerman dengan metode pengamatan aktivitas spasial serta tes rotasi mental, yaitu kemampuan memvisualisasikan objek dari berbagai sudut pandang.
Temuan Penelitian University of Warwick dan Ruhr University Bochum
Penelitian dari University of Warwick menemukan bahwa perempuan heteroseksual memiliki performa lebih rendah dalam membaca peta dibandingkan pria heteroseksual, pria biseksual, pria gay, perempuan gay, dan perempuan biseksual.
Fokus utama penelitian ini adalah kemampuan rotasi mental sebagai indikator keterampilan spasial.
Sementara itu, studi Ruhr University Bochum melibatkan 12 sukarelawan perempuan berusia 20 hingga 30 tahun selama enam minggu.
Hasilnya menunjukkan fluktuasi hormon, khususnya estrogen, berpengaruh signifikan terhadap kemampuan spasial.
Sebanyak 11 dari 12 partisipan mengalami peningkatan performa saat kadar estrogen menurun selama masa menstruasi.
Tes rotasi mental dalam penelitian tersebut membuktikan bahwa kinerja spasial sensitif terhadap fluktuasi hormonal selama siklus menstruasi.
Aspek lain dari kemampuan spasial juga berkaitan dengan hormon atau kombinasi hormon yang berbeda.
Faktor Biologis dan Perkembangan Kemampuan Spasial
Dr. Michael Tlauka, seorang ahli perbedaan gender dan kemampuan spasial dari Flinders University menjelaskan bahwa membaca peta merupakan bentuk tugas rotasi mental yang menunjukkan perbedaan paling jelas antara jenis kelamin.
“Benar sekali bahwa rotasi mental adalah tugas dari semua tugas spasial di mana Anda mendapatkan perbedaan jenis kelamin yang paling besar,” ujar Tlauka dalam pernyataannya, dikutip MPN Indonesia dari Sidney Morning Herald, Selasa (6/1).
Ia menambahkan, “Laki-laki cenderung lebih baik dalam rotasi mental daripada perempuan.”
Menurutnya, persepsi bahwa pria lebih unggul dalam membaca peta bukan sekadar anggapan.
“Ini sama sekali bukan mitos, dalam hal membaca peta dan keterampilan spasial secara umum, Anda akan menemukan bahwa laki-laki mengungguli perempuan,” jelasnya.
Tlauka juga menyinggung pengaruh pola pengasuhan. Anak laki-laki cenderung mendapatkan mainan seperti mobil-mobilan atau rel kereta api serta lebih sering bermain di ruang terbuka, yang merangsang perkembangan kemampuan spasial.
Selain itu, hormon prenatal seperti testosteron dan estrogen disebut turut memengaruhi perkembangan otak sejak dalam kandungan.
Peran Kepercayaan Diri dalam Membaca Peta
Penelitian lanjutan yang dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior oleh Dr Zachary Estes dari University of Warwick dan Sydney Felker dari University of Georgia menunjukkan bahwa kepercayaan diri juga memengaruhi kemampuan membaca peta.
Dalam empat eksperimen berbasis komputer terhadap 545 mahasiswa, ditemukan bahwa performa perempuan dalam tugas rotasi mental meningkat ketika mereka diberi sugesti positif untuk meningkatkan kepercayaan diri.
“Kami memanipulasi kepercayaan diri orang-orang dalam eksperimen kami dengan tugas-tugas spasial, dan tampaknya kepercayaan diri adalah faktor kunci dalam seberapa baik kinerja wanita dalam tugas semacam ini,” ungkap Estes, dikutip dari laman resmi University of Warwick.
Psikolog Adrian Furnham dari University College London turut menguatkan temuan tersebut.
“Berbagai studi telah menunjukkan bahwa ada perbedaan kecil tapi signifikan dalam kecerdasan spasial pria dan wanita. Penelitian ini berargumen bahwa begitu ada hormon pria di dalam tubuh, kemampuan spasial meningkat, sementara hormon wanita menurunkannya,” pungkas Adrian.
Secara keseluruhan, perbedaan kemampuan perempuan dalam membaca peta, termasuk Google Maps, dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal, pengalaman masa kecil, serta tingkat kepercayaan diri.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
