Connect with us

Otomotif

Jangan Sembarangan! Begini Cara Ganti Oli Mobil Matic yang Benar

Panduan lengkap penggantian oli mobil matic, mulai dari perbedaan ganti dan kuras oli, waktu ideal, biaya, hingga risiko jika salah ganti.

Logompn

Published

on

Jangan sembarangan! begini cara ganti oli mobil matic yang benar
Ilustrasi ganti oli mobil. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 11 Januari 2026 - Penggantian oli mobil matic tidak boleh dilakukan sembarangan. Banyak pemilik mobil matic masih belum memahami cara yang benar dalam mengganti oli transmisi otomatis, sehingga berisiko menimbulkan kerusakan pada sistem transmisi.

Tindakan yang salah bisa menyebabkan slip puli dan menurunnya performa kendaraan, terutama untuk mobil keluaran tahun 2000-an ke atas.

Proses penggantian oli matic dan pengurasan oli matic merupakan dua hal yang berbeda.

Ganti oli hanya mengganti cairan yang ada di karter, sedangkan kuras oli mengeluarkan seluruh oli di dalam sistem transmisi.

Menurut Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Jakarta Selatan, waktu ideal penggantian oli adalah setiap 10.000 km, sementara kuras oli disarankan dilakukan setiap 40.000 hingga 60.000 km.

“Yang disarankan itu setiap 40 ribu km atau setiap 60 ribu km untuk kuras oli mobil matic. Alasannya apa? Karena kualitas oli sudah berkurang dengan jarak sejauh itu. Kalau ganti bisa 10 ribu km sekali,” jelasnya, dikutip MPN Indonesia melalui laman Carmudi pada Minggu (11/1).

Pemilik kendaraan yang sering berkendara di kondisi macet disarankan mengganti oli lebih cepat.

Hermas Prabowo, pemilik Worner Matic, menyarankan penggantian oli setiap 7.000 km untuk mobil harian yang sering terkena kemacetan.

“Melihat kondisi kemacetan yang parah, patokan jarak tempuh rasanya sudah tidak relevan lagi. Misal jarak 10 km biasa ditempuh 20-30 menit, ini bisa lebih dari 1 jam karena macet,” ungkap Hermas.

Fungsi Oli Mobil Matic

  • Melumasi komponen transmisi: agar perpindahan gigi berlangsung mulus dan komponen tidak cepat aus.
  • Menjaga suhu transmisi: mencegah transmisi overheat saat berkendara, karena beberapa sistem matic terkoneksi langsung dengan radiator.
  • Mencegah keausan: menjaga komponen seperti kampas kopling hidrolik, body valve, planetary gear, dan brakeband dari kerusakan akibat panas berlebih.
Baca Juga:  Apakah Aki Kering Bisa Dicas? Simak Panduan Lengkapnya!

Waktu ideal penggantian oli

  • Setiap 10.000 km: untuk penggantian oli biasa.
  • Setiap 40.000-60.000 km: untuk pengurasan oli transmisi.
  • Setiap 7.000 km: untuk mobil harian yang sering macet.
  • Setiap 4-6 bulan: untuk mobil yang belum menempuh jarak maksimal namun sudah lama dipakai.

Biaya Penggantian Oli Matic

  • Ganti oli biasa: membutuhkan 4-5 liter, dengan estimasi biaya Rp400.000 – Rp600.000 (harga per liter Rp100.000, belum termasuk jasa).
  • Kuras oli matic: membutuhkan hingga 8 liter, dengan estimasi biaya lebih dari Rp1 juta, tergantung jenis oli dan bengkel.

Risiko jika Salah Ganti Oli

  • Terjadinya slip pada puli
  • Transmisi terasa ‘jeduk’ atau delay
  • Komponen transmisi bisa terbakar dan menyebabkan mobil mati total
  • Kemungkinan harus mengganti seluruh sistem transmisi dengan biaya belasan juta rupiah

Cara Ganti Oli Mobil Matic

Dikutip MPN Indonesia melalui laman mobil.co.id, berikut cara ganti oli mobil matic yang tepat.

  1. Panaskan mesin dahulu (opsional tapi direkomendasikan)
  2. Tinggikan posisi mobil
    Mobil dinaikkan untuk memudahkan akses ke bagian bawah mesin.
  3. Siapkan peralatan dan temperatur
    Alat ganti oli dan temperatur oli yang sesuai harus disiapkan.
  4. Buka penutup dan baut penguras
    Penutup tempat oli dan baut penguras dilepas untuk mengeluarkan oli lama.
  5. Lepas dan ganti filter oli
    Filter oli lama dilepaskan dan diganti untuk menghindari pencampuran oli bersih dengan kotoran.
  6. Kuras oli hingga habis
    Pastikan seluruh oli lama terkuras dari sistem transmisi.
  7. Pasang kembali baut dan filter
    Baut penguras dan filter oli dipasang kembali setelah pembersihan.
  8. Tuang oli baru
    Oli baru dituangkan sesuai kapasitas yang dibutuhkan, biasanya 4-5 liter.
  9. Hidupkan mesin
    Mesin dihidupkan untuk memastikan oli baru bersirkulasi dengan baik.
Baca Juga:  Kenapa Velg Mobil Bisa Penyok? Ini Penyebabnya

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending