Connect with us

Selebriti

Rilis Buku Broken Strings, Aurelie Moeremans Terus Diganggu Pelaku Grooming

Aurelie Moeremans buka suara soal gangguan yang dialaminya setelah merilis memoar Broken Strings.

Logompn

Published

on

Rilis buku broken strings, aurelie moeremans terus diganggu pelaku grooming
Potret Aurelie. Gambar: Instagram/@aurelie.

MPN Indonesia 13 Januari 2026 - Aurelie Moeremans mengaku masih terus mengalami gangguan dari pihak yang diduga sebagai pelaku grooming setelah merilis buku memoar berjudul Broken Strings pada Oktober 2025.

Buku tersebut mengungkap pengalaman masa remajanya saat menjadi korban grooming oleh mantan kekasihnya yang kala itu berusia 29 tahun, sementara Aurelie masih berusia 15 tahun.

Akui Masih Diganggu oleh Pelaku

Gangguan tersebut disebut Aurelie datang dari seseorang yang merasa tersinggung meski dalam bukunya tidak mencantumkan nama pelaku.

“Lucunya, ada yang merasa, lalu malah ganggu aku lagi. Padahal caranya, justru berisiko buat dirinya sendiri. Selama ini aku memilih diam, tapi diam itu pilihan, bukan kewajiban. Dan setiap pilihan punya batas,” tulis Aurelie dalam kolom komentar unggahan Instagram-nya pada Jumat (9/1), dikutip oleh MPN Indonesia pada Selasa (13/1).

Memoar yang dibagikan secara gratis melalui media sosial itu menjabarkan bentuk-bentuk kekerasan dan manipulasi yang dialami Aurelie.

Ia juga menyebut mantan pasangan tersebut sempat mengancam ketika ajakan melakukan hubungan intim ditolak.

Aurelie menegaskan bahwa tujuannya menulis buku adalah untuk berbagi pengalaman tanpa menyebutkan nama atau menyerang siapapun.

“Aku nulis buku tentang pengalaman aku mengalami kekerasan saat umur 15 tahun. Niatnya sederhana, berbagi, tanpa sebut nama, tanpa serang siapa pun,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Latar Belakang Buku Broken Strings

Memoar Aurelie turut memuat cerita tentang pernikahan yang tidak sah secara hukum.

Pernikahan tersebut terjadi pada 2011, saat Aurelie berusia 18 tahun, tanpa kehadiran orang tua dan tidak dicatat oleh negara.

Dalam unggahan di media sosial pada 2020, Aurelie menyebut bahwa pernikahan itu dijalani karena tekanan dan ancaman.

Baca Juga:  Azizah Salsha Pamer Momen Liburan bareng Nadif di Labuan Bajo, Sudah Go Public?

Ia bahkan mengunggah video yang memperlihatkan dirinya bertanya kepada ChatGPT mengenai status pernikahan yang tidak sah, yang kemudian dijadikan bukti oleh pihak lain untuk menunjukkan adanya pernikahan.

Setelah buku Broken Strings dirilis, Aurelie mendapat banyak dukungan dari netizen, yang mengecam tindakan pelaku serta menunjukkan empati terhadap perjuangan hidupnya.

(ELG/NID/RAD)

Trending