Connect with us

Otomotif

Kenapa Mobil Hybrid Boros? Ternyata Ini Penyebabnya!

Mobil hybrid bisa menjadi boros BBM jika digunakan tidak tepat. Simak penyebab teknis dan cara mengoptimalkan efisiensinya.

Logompn

Published

on

Kenapa mobil hybrid boros ternyata ini penyebabnya!
Ilustrasi label hybrid di fender mobil. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 15 Januari 2026 - Mobil hybrid yang dikenal sebagai kendaraan hemat bahan bakar ternyata bisa menjadi boros dalam penggunaannya.

Fenomena ini terjadi pada sejumlah pengguna yang mengeluhkan konsumsi BBM tidak sehemat yang dijanjikan.

Peristiwa ini terjadi di berbagai wilayah perkotaan di Indonesia, terutama pada pengguna yang tidak memahami secara menyeluruh sistem kerja mobil hybrid.

Mobil ini dirancang untuk menggabungkan tenaga dari mesin bensin dan motor listrik, tetapi dalam praktiknya efisiensi bahan bakar dapat menurun karena sejumlah faktor teknis dan perilaku berkendara.

Pada dasarnya, mobil hybrid berfungsi optimal ketika digunakan dalam kondisi berkendara stabil dan ringan.

Akan tetapi, dalam kondisi lalu lintas padat, perawatan tidak rutin, hingga gaya mengemudi yang tidak efisien, konsumsi bahan bakar dapat meningkat signifikan.

Kondisi ini diperparah dengan lemahnya pemahaman pengguna mengenai sistem kerja hybrid yang memanfaatkan baterai dan motor listrik secara bersamaan atau bergantian tergantung kecepatan dan beban kendaraan.

Efisiensi bahan bakar juga sangat bergantung pada jenis mobil hybrid yang digunakan, kondisi baterai, hingga tekanan ban dan beban kendaraan.

Konsumsi bahan bakar mobil hybrid idealnya berada di kisaran 15–25 km/liter, tetapi realisasi di lapangan bisa jauh di bawah angka tersebut jika kendaraan tidak dirawat dengan baik atau digunakan secara tidak optimal.

Hal inilah yang menyebabkan mobil hybrid menjadi boros sehingga bertolak belakang dengan ekspektasi penggunanya.

Cara Kerja Mobil Hybrid Berdasarkan Jenis

Standard Hybrid

Dikutip MPN Indonesia dari laman Shell, mobil standard hybrid bekerja dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik.

Baca Juga:  Apa Bedanya Oli Shell Biru dan Kuning untuk Motor Matic?

Energi dari mesin bensin digunakan untuk menggerakkan kendaraan serta mengisi baterai.

Pada kecepatan tinggi, mesin bensin beroperasi penuh, sedangkan pada kondisi berhenti, sistem kelistrikan mengambil daya dari baterai.

Energi kinetik saat pengereman dikonversi menjadi energi listrik untuk pengisian baterai.

Full Hybrid

Mobil jenis ini hanya mengandalkan motor listrik pada kecepatan rendah dan menggabungkan mesin bensin saat kecepatan meningkat.

Pengereman juga dimanfaatkan untuk mengisi ulang daya baterai.

Mobil full hybrid tergolong lebih hemat bahan bakar dibandingkan jenis hybrid lainnya.

Plug-in Hybrid

Plug-in hybrid memiliki baterai berkapasitas besar yang dapat diisi ulang menggunakan sumber daya eksternal seperti SPKLU.

Mesin bensin akan aktif hanya ketika daya baterai habis.

Dengan baterai besar, mesin bensin lebih jarang bekerja, membuat konsumsi BBM lebih irit secara teori.

Faktor Penyebab Mobil Hybrid jadi Boros

Gaya Mengemudi Tidak Efisien

Dikutip MPN Indonesia dari Domo Hybrid, akselerasi dan pengereman mendadak membuat mobil hybrid lebih sering mengandalkan mesin bensin.

Kendaraan ini dirancang untuk berkendara tenang dan stabil sehingga perilaku mengemudi agresif memperburuk konsumsi BBM.

Baterai Melemah

Ketika baterai melemah, mobil lebih sering menggunakan mesin bensin untuk bergerak.

Ini menurunkan efisiensi energi dan membuat bahan bakar cepat habis.

Perawatan Tidak Tepat

Perawatan seperti penggantian oli, pembersihan filter udara, dan pengecekan sistem pendingin sangat penting.

Kelalaian dalam perawatan membuat mesin bekerja lebih keras dan konsumsi BBM meningkat.

Kondisi Jalanan Macet

Lalu lintas padat menyebabkan mesin hidup dan mati secara berulang, menguras baterai dan mengaktifkan mesin bensin lebih sering.

Hal ini membuat konsumsi BBM bertambah.

Penggunaan Aksesori Berlebihan

Penggunaan sistem AC, hiburan, dan lampu yang berlebihan menyedot daya dari baterai, sehingga mesin bekerja lebih keras untuk pengisian daya.

Baca Juga:  Motor Berkarat? Begini Cara Menghilangkan dan Mencegahnya Agar Tetap Kinclong!

Tekanan Ban Rendah

Tekanan ban yang kurang meningkatkan hambatan gulir, membuat mesin harus bekerja lebih kuat untuk melaju.

Hal tersebut berdampak langsung pada konsumsi BBM.

Beban Berlebih

Beban berat meningkatkan tenaga yang dibutuhkan untuk bergerak.

Semakin berat beban kendaraan, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan.

Mode Berkendara Tidak Tepat

Penggunaan mode berkendara yang tidak sesuai, seperti menghindari mode Eco atau EV di jalan padat, mengurangi efisiensi bahan bakar mobil hybrid.

Cuaca Dingin

Dalam suhu rendah, sistem pemanas dan kebutuhan menjaga baterai tetap optimal menyebabkan mesin bensin lebih aktif.

Hal tersebut berdampak pada peningkatan konsumsi BBM.

Ketidaktahuan Sistem Hybrid

Kurangnya pemahaman mengenai cara kerja sistem hybrid menyebabkan pengguna tidak dapat memaksimalkan kinerja dan efisiensi bahan bakar mobil mereka.

Solusi untuk Efisiensi Mobil Hybrid

  • Mengemudi dengan gaya stabil, tanpa akselerasi berlebihan, dan pengereman mendadak.
  • Melakukan perawatan rutin, seperti penggantian oli dan pengecekan baterai.
  • Menghindari lalu lintas padat apabila memungkinkan.
  • Mengurangi penggunaan aksesori yang menyedot daya baterai.
  • Menjaga tekanan ban tetap ideal.
  • Mengurangi beban kendaraan.
  • Menggunakan mode berkendara yang sesuai.
  • Mengedukasi diri tentang sistem kerja hybrid untuk pemanfaatan maksimal.

Dengan pemahaman yang baik dan perawatan yang tepat, mobil hybrid tetap dapat menjadi pilihan hemat bahan bakar di berbagai kondisi jalan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending