Otomotif
Insentif Otomotif 2026 Belum Jelas, Gaikindo: Kami Pasrahkan ke Pemerintah
Gaikindo menyatakan belum menerima kepastian kelanjutan insentif otomotif pada 2026 hingga akhir Januari.
MPN Indonesia 28 Januari 2026 - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan belum menerima kepastian mengenai kelanjutan kebijakan insentif otomotif pada 2026.
Sampai akhir Januari, keputusan resmi dari pemerintah terkait insentif tersebut belum diumumkan.
Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengungkapkan bahwa pihaknya belum memperoleh informasi baru dari pemerintah terkait kebijakan fiskal tersebut dan memilih untuk tetap melanjutkan aktivitas industri tanpa bergantung pada insentif.
“Belum dengar apa-apa. Tidak tahu-tahu saya, pokoknya kami jalan, jangan ngarepin ini itu,” ujar Jongkie kepada wartawan di Jakarta.
Menurut Jongkie, pemerintah diyakini tidak menginginkan penurunan penjualan otomotif karena sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan negara.
Ia menekankan bahwa keputusan pemberian insentif tidak bisa hanya berfokus pada industri otomotif karena banyak sektor lain yang juga perlu diperhatikan dalam kebijakan fiskal nasional.
“Kami selalu bilang, pemerintah pasti memikirkan. Siapa yang mau penjualan otomotif turun? Pemerintah juga tidak mau, pemerintah perlu duit. Kan saya bilang, dari harga mobil itu 40 persen masuk ke kantong pemerintah,” kata Jongkie.
“Tapi memang, banyak aspek yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Kami ini sepotong doang. Jadi pemerintah yang lebih tahu, kami pasrahkan. Sementara kami jalan saja dulu,” tambahnya
Usulan Insentif Telah Diajukan Kemenperin
Sementara dari sisi pemerintah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Kementerian Perindustrian sudah mengajukan usulan insentif untuk sektor otomotif kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Usulan tersebut diklaim sebagai bagian dari kebijakan perlindungan tenaga kerja dan penguatan manufaktur otomotif nasional.
“Kami sudah kirim dan tentu seperti yang selalu kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, dan juga kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi kepada perekonomian,” ujar Agus.
Ia menjelaskan bahwa skema insentif yang diajukan kali ini dirancang lebih rinci dibandingkan saat pandemi Covid-19.
Aspek yang dipertimbangkan mencakup segmentasi kendaraan, teknologi, serta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan kendaraan ramah lingkungan sebagai bagian dari kebijakan transportasi berkelanjutan.
Agus juga menyampaikan bahwa penyusunan usulan ini telah melibatkan pelaku industri, termasuk Gaikindo, dan dilakukan melalui proses yang panjang untuk memastikan relevansi dan dampaknya terhadap industri otomotif secara menyeluruh.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
