Connect with us

Ekonomi

Dukung MBG, Susu Ultra Gelontorkan Rp1,14 Triliun untuk Investasi

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk mengucurkan investasi senilai Rp1,14 triliun untuk mendukung pasokan MBG.

Logompn

Published

on

Dukung mbg, susu ultra gelontorkan rp1,14 triliun untuk investasi
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika (tengah) bersama pihak Ultrajaya | Gambar: Dok. Kemenperin

MPN Indonesia 28 Januari 2026 - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk mengucurkan investasi senilai Rp1,14 triliun untuk mendukung pasokan susu ultra high temperature (UHT) dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Komitmen ini diwujudkan dalam bentuk peningkatan kapasitas produksi dan penerapan teknologi industri 4.0.

Ultrajaya bahkan telah mengoperasikan pabrik baru sejak 8 Desember 2025 di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri pengolahan susu memiliki peran strategis dalam penyediaan pangan bergizi untuk program MBG.

“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku,” kata Agus Gumilang di laman resmi Kemenperin, Sabtu (24/1).

“Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” tambahnya.

Pabrik baru milik Ultrajaya dilengkapi tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 mililiter dan 200 mililiter.

Seluruh lini ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan program MBG, dengan rencana penambahan lini baru pada Maret 2026.

Penerapan Teknologi Industri 4.0

Menurut Kemenperin, fasilitas produksi Ultrajaya telah menerapkan sejumlah teknologi modern seperti automated guided vehicle (AGV), autopilot forklift, manufacturing execution system (MES), serta sistem manajemen gudang automated storage and retrieval system (ASRS).

Teknologi ini diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi, penghematan energi, produktivitas, daya saing, dan menjaga kualitas produk.

“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” kata Pelaksana tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari ini 30 Juni 2026, Anjlok Dua Hari Berturut-turut

Pabrik ini juga memiliki fasilitas waste water treatment plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration, yang memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang dan digunakan kembali dalam proses produksi.

Andalkan Peternakan di Bandung dan Sumatra Utara

Dari sisi pasokan bahan baku, Ultrajaya mengandalkan dua peternakan sapi perah yang dikelola langsung di Bandung dan Sumatra Utara, dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi perah.

Selain itu, perusahaan merencanakan penambahan investasi untuk 4.000 ekor sapi perah guna memperkuat pasokan susu segar dalam negeri.

Kemenperin juga mendorong PT Ultrajaya untuk meningkatkan pemanfaatan susu segar domestik dalam mendukung program MBG.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending