Connect with us

Lifestyle

Apa Itu Baby Blues? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Gangguan emosi pascamelahirkan seperti baby blues umum terjadi. Pelajari penyebab, gejala, dan kapan perlu ke dokter.

Logompn

Published

on

Apa Itu Baby Blues Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Apa Itu Baby Blues Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya! Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Februari 2026 - Sindrom baby blues adalah gangguan suasana hati yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan.

Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih, mudah marah, kelelahan, dan kecemasan tanpa penyebab yang jelas.

Baby blues biasanya muncul pada hari ke-1 hingga ke-5 setelah persalinan dan berlangsung hingga dua minggu.

Berdasarkan penelitian dalam Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research, sekitar 50–85% ibu mengalami kondisi ini.

Baby blues terjadi karena kombinasi berbagai faktor seperti perubahan hormon secara drastis, kelelahan setelah proses persalinan, serta kesulitan beradaptasi dengan peran sebagai ibu baru.

Dalam banyak kasus, gejala akan mereda sendiri tanpa penanganan medis.

Namun, jika berlangsung lebih dari dua minggu atau memburuk, kondisi ini dapat berkembang menjadi depresi postpartum yang lebih serius.

Gejala yang ditimbulkan antara lain mudah menangis, merasa putus asa, mudah tersinggung, mengalami gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, serta kesulitan konsentrasi.

Beberapa ibu bahkan merasa tidak terhubung secara emosional dengan bayinya.

Kondisi ini bisa diperburuk oleh kurangnya dukungan dari lingkungan terdekat.

Penyebab Baby Blues: Perubahan Hormon hingga Kurangnya Dukungan

Setelah melahirkan, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh ibu menurun drastis.

Perubahan hormon ini menjadi penyebab utama perubahan suasana hati yang tidak menentu.

Selain itu, rasa lelah karena proses persalinan, kurang tidur akibat rutinitas baru dalam merawat bayi, serta stres karena tanggung jawab yang tiba-tiba bertambah juga turut menjadi pemicu.

Beberapa ibu kesulitan menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai orang tua, terutama mereka yang melahirkan anak pertama.

Baca Juga:  Penjambret yang Tewaskan Ibu Pemotor di Pamulang Ditangkap

Ketidaksiapan secara mental dan fisik dapat menambah beban emosional.

Kurangnya dukungan dari pasangan, keluarga, maupun lingkungan juga dapat memperparah kondisi ini.

Bahkan, pengalaman traumatis saat hamil atau melahirkan, serta riwayat gangguan kesehatan mental sebelumnya seperti depresi atau gangguan bipolar, dapat meningkatkan risiko terkena baby blues.

Ciri-Ciri Gejala yang Umum Dirasakan Ibu

Gejala baby blues biasanya muncul antara hari ke-2 hingga ke-5 pascapersalinan dan berlangsung selama 10 hingga 14 hari.

Beberapa gejala umum meliputi:

  • Mudah menangis tanpa alasan jelas
  • Emosi yang tidak stabil dan lebih sensitif
  • Kecemasan berlebihan dan rasa takut tanpa alasan
  • Gangguan tidur meski tubuh merasa lelah
  • Penurunan nafsu makan
  • Perasaan tidak percaya diri
  • Sulit berkonsentrasi
  • Muncul rasa tidak sayang terhadap bayi yang baru dilahirkan

Gejala ini normal dan umum dirasakan oleh sekitar 8 dari 10 ibu yang baru melahirkan.

Cara Mengatasi Baby Blues Secara Mandiri

Walaupun dapat hilang dengan sendirinya, ibu tetap perlu mengetahui cara menangani gejala agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Istirahat yang cukup dan memanfaatkan waktu tidur saat bayi tidur
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga pola makan seimbang
  • Melakukan aktivitas menyenangkan seperti mendengarkan musik atau berjalan-jalan ringan
  • Berbicara dan berbagi cerita dengan pasangan, keluarga, teman, atau sesama ibu baru
  • Menghindari tekanan untuk menyelesaikan semua tugas rumah tangga sendirian
  • Menyusui secara langsung jika memungkinkan karena bisa membantu meningkatkan hormon oksitosin

Apabila menyusui menimbulkan stres, ibu dapat berkonsultasi dengan konselor laktasi untuk mencari metode yang sesuai.

Perbedaan Baby Blues dan Depresi Postpartum

Dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi RS Bunda, baby blues dan depresi postpartum (PPD) adalah dua kondisi yang berbeda.

Baca Juga:  Lakukan 9 Tips Ini Sebelum Tidur agar Bangun Lebih Bahagia di Pagi Hari!

Perbedaan utama terletak pada durasi dan intensitas gejalanya.

Gejala baby blues umumnya muncul di minggu pertama hingga kedua setelah melahirkan, sedangkan PPD dapat berlangsung dari bulan pertama hingga satu tahun.

Selain itu, PPD sering ditandai dengan gejala yang lebih berat, seperti kehilangan minat terhadap bayi, keinginan menyakiti diri sendiri, serta gangguan makan dan tidur yang ekstrem.

Dari sisi penyebab, baby blues dipicu oleh penurunan kadar hormon, sedangkan PPD lebih berkaitan dengan stres berat yang tidak tertangani.

Oleh karena itu, jika gejala baby blues tidak membaik dalam waktu dua minggu atau justru memburuk, ibu disarankan untuk segera menghubungi tenaga medis profesional.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga31 seconds ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita20 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita27 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita52 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending