Politik
Puji Istri saat Pidato, Purbaya: Kalau Gak Ada Istri, Saya Sudah jadi Pemuda Begajulan
Purbaya Yudhi Sadewa ungkap peran besar sang istri dalam pidato Hari Ibu Kemenkeu 2025 di Jakarta.
MPN Indonesia 13 Februari 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengungkapkan peran besar istrinya, Ida Yulidina, saat menyampaikan pidato dalam acara Peringatan Hari Ibu Kementerian Keuangan 2025.
Acara bertajuk Kasih Ibu untuk Bumi: Merawat Alam, Menumbuhkan Harapan tersebut digelar pada Kamis, (12/2) di Jakarta.
Dalam pidatonya, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa tanpa dukungan sang istri, ia tidak akan menyelesaikan pendidikan dan bisa saja menjadi “pemuda begajulan”.
“Kalau nggak ada istri saya, saya sekolahnya nggak selesai,” ujar Purbaya saat menyampaikan pidato, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Kementerian Keuangan RI pada Jumat, (13/2).
Ia menceritakan bahwa dirinya sempat putus asa saat menempuh kuliah di luar negeri dan berniat pulang ke Jakarta.
Saat kembali ke Tanah Air, sang istri mengancam akan menceraikannya jika ia menyerah dalam pendidikannya.
“Kejam banget dia, tapi itu kejam yang positif,” tuturnya.
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, tindakan tegas istrinya justru menjadi dorongan besar dalam membentuk karier dan kehidupannya.
“Saya pikir itu peran yang amat signifikan dalam kehidupan saya. Kalau enggak saya sudah jadi pemuda begajulan ya,” ungkapnya lebih lanjut.
Bahas Kesetaraan Gender
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan nasional.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan penuh perempuan sangat krusial dalam mendukung kemajuan bangsa.
“Fakta yang kita lihat simpel. Kalau perempuan enggak ikut penuh, pembangunan itu ngos-ngosan. Ibarat mesin kalau setengah silinder dimatiin ya larinya setengah,” katanya.
Purbaya juga menyampaikan bahwa kesetaraan gender bukan isu sampingan, melainkan bagian penting dari pembangunan ekonomi.
“Kesetaraan gender itu bukan isu sampingan. Itu emang isu yang harus kita dorong terus ke depan. Bisa dibilang ini adalah isu ekonomi, isu produktivitas, isu masa depan,” jelasnya.
Namun, ia juga menekankan perlunya pembagian peran dalam rumah tangga berdasarkan kondisi terbaik bagi keluarga.
“Kalau suami sama istrinya dua-duanya sama pintarnya, sama-sama kerja di kantor, sama-sama enggak mengalah, siapa yang ngurus anak? Jadi kesetaraan gender mungkin penting, tapi faktor itu juga harus dipertimbangkan,” ujarnya.
Purbaya: Bu Ida Kalau Saya Terima Telepon dari Perempuan Jangan Marah
Purbaya menekankan bahwa kontribusi laki-laki dan perempuan dapat dioptimalkan berdasarkan karakteristik masing-masing.
“Kalau kerjaan kasar ya laki. Yang halus-halus yang bisa dikerjakan oleh perempuan ya perempuan. Karena memang ada karakteristik yang berbeda antara laki-laki dan perempuan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jika potensi ini dijalankan dengan baik, maka kontribusinya terhadap perekonomian akan optimal.
“Kalau Indonesia mau tumbuh cepat ya setengah mesin jangan nganggur. Kita masih bekerja sama ibu dan bapak-bapak di segala bidang. Jangan sampai saling menghambat. Jadi kesinergian ibu-ibu dan bapak-bapak amat penting,” tegasnya.
Dalam suasana yang lebih santai, Purbaya juga sempat menyampaikan candaan kepada istrinya di hadapan peserta acara.
“Jadi Ibu Ida kalau saya terima telepon cewek jangan dimarahin. Kali aja urusan penting dicemberut. Ampun,” katanya.
Komitmen Kemenkeu Jaga Stabilitas
Mengakhiri pidatonya, Purbaya Yudhi Sadewa turut menyinggung kondisi ekonomi global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti geopolitik dan perang dagang.
Ia menegaskan bahwa meski ketidakpastian global meningkat, perekonomian Indonesia masih memiliki daya tahan kuat karena permintaan domestik yang besar.
“Selama kita bisa menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri, domestik demand yang bisa dipiara, kita masih akan tetap bagus,” ucapnya.
Ia juga memastikan bahwa Kementerian Keuangan akan terus menjalankan peran strategisnya.
“Dan saya pastikan Kementerian Keuangan akan menjalankan peran itu dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
