Connect with us

Selebriti

Bobon Santoso Buka-bukaan soal Alasannya Jual Akun YouTube Rp20 Miliar

Kanal YouTube Bobon Santoso dengan 18 juta subscriber dijual Rp20 miliar. Bobon Santoso akui YouTube jadi beban.

Logompn

Published

on

Bobon Santoso Buka bukaan soal Alasannya Jual Akun YouTube Rp20 Miliar
Bobon Santoso Buka-bukaan soal Alasannya Jual Akun YouTube Rp20 Miliar. Gambar: YouTube/Deddy Corbuzier

MPN Indonesia 14 Februari 2026 - Bobon Santoso resmi menyatakan pamit dari YouTube dan mengumumkan rencana penjualan akun pribadinya senilai Rp20 miliar.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam siniar bersama Deddy Corbuzier yang tayang pada Rabu, (11/2).

Keputusan itu diambil karena Bobon merasa beban dari produksi konten yang ia jalani selama ini telah melampaui batas kemampuan logistik dan mental yang sanggup ia tanggung.

Dalam perbincangan berdurasi 55 menit itu, Deddy menanyakan langsung tentang keseriusan rencana tersebut.

“Anda mau jual akun YouTube tersebut seharga Rp20 miliar?” tanya Deddy, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Sabtu, (14/2).

“kira-kira cocok ga itu harganya?,” tanggap Bobon.

Ia menegaskan bahwa keputusan menjual akun sudah diperhitungkan dengan matang.

“Tentu sudah pertimbangkan dengan matang (terkait harga),” tegas Bobon.

Kanal YouTube milik Bobon telah aktif sejak 2018, mengunggah 917 video dan mengumpulkan sekitar 18 juta subscriber.

Meski nilai jualnya dianggap relatif rendah secara internasional, ia mengaku harga tersebut disesuaikan dengan daya beli pasar dalam negeri.

“Sebenernya harga 20 miliar itu kalau dihitung secara international value, itu kurang, murah,” ujar Deddy.

“Tetapi, kalau dihitung secara daya beli, itu dua hal yang berbeda,” tambahnya.

Beban Produksi yang Cukup Besar

Bobon mengungkapkan bahwa selama ini pola produksi kontennya memerlukan durasi panjang, dari 15 menit hingga satu jam per video.

Hal ini menyebabkannya harus mengalokasikan anggaran operasional yang besar setiap episode, terutama untuk program seperti Kuali Merah Putih yang menelan biaya Rp100 hingga Rp150 juta per episode.

Pendapatan dari AdSense YouTube tidak mampu menutup biaya produksi tersebut karena mengalami penurunan hingga 50 persen akibat perubahan strategi pemasaran global.

Baca Juga:  Ari Lasso Ungkap Istri Chrisye Terpaksa Jual Piringan Hitam karena Sistem Royalti Tak Jelas

Ia menambahkan bahwa sponsor kini lebih fokus pada fitur belanja langsung, bukan lagi pada konten panjang seperti miliknya.

Hal ini memperparah kondisi finansial produksinya, terlebih tidak ada dukungan dari pemerintah daerah untuk kegiatan sosialnya yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Gua menciptakan pola yang menurut gua salah dan ga mampu tumbuh dengan baik di Indonesia,” ungkap Bobon.

“Gua harus menciptakan sebuah konten yang terlalu besar biayanya untuk sebuah video, walaupun memang dampaknya lebih luas dan lebih besar lagi,” jelasnya.

Bobon: YouTube jadi Beban Mental

Bobon juga menjelaskan bahwa tekanan produksi konten turut berdampak pada kehidupan pribadinya, termasuk waktu bersama keluarga.

Ia mengaku kehilangan banyak momen penting dalam kehidupan anak dan istrinya karena jadwal produksi yang padat.

Situasi tersebut mendorongnya untuk mengambil keputusan tegas.

“YouTube menjadikan gue ‘beban’, ya,” katanya saat ditanya Deddy soal keseriusan pamit dari platform.

Selain itu, ia pernah menghadapi risiko keselamatan saat melakukan syuting di daerah konflik.

Salah satunya terjadi ketika helikopter yang ditumpanginya di wilayah Pegunungan Bintang, Papua, ditembak sebanyak dua kali hingga menyebabkan 19 lubang peluru di badan pesawat. Kondisi ini memperburuk tekanan mental yang ia rasakan.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending