Connect with us

Olahraga

Liga 4 di Jateng dan Lampung Berujung Ricuh, Wasit jadi Sasaran Amuk Suporter

Dua laga Liga 4 di Rembang dan Lampung ricuh. Suporter dan ofisial tim diduga melakukan kekerasan terhadap wasit usai pertandingan.

Logompn

Published

on

Liga 4 di Jateng dan Lampung Berujung Ricuh, Wasit jadi Sasaran Amuk Suporter
Liga 4 di Jateng dan Lampung Berujung Ricuh, Wasit jadi Sasaran Amuk Suporter. Gambar: Kolase Tangkapan Layar TikTok/@dwi.hermanto64087

Jawa Tengah, MPN Indonesia 15 Februari 2026 - Pertandingan Liga 4 yang digelar di dua wilayah berbeda pada Kamis (12/2) dan Jumat (13/2) berakhir ricuh, melibatkan aksi kekerasan terhadap wasit oleh suporter dan ofisial tim.

Kericuhan pertama terjadi pada semifinal Liga 4 zona Jawa Tengah di Stadion Krida Rembang, saat PSIR Rembang dikalahkan Persak Kebumen dengan skor 0-2.

Sehari setelahnya, final Liga 4 Lampung antara Angon Saka Farmers Tanggamus dan TS Saburai Pesawaran di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, juga berakhir dengan insiden serupa.

Di Rembang, ratusan suporter PSIR Rembang masuk ke lapangan setelah pertandingan berakhir. Mereka mengejar wasit yang dinilai merugikan tim tuan rumah.

Situasi semakin memanas ketika terjadi dugaan pengeroyokan terhadap wasit oleh sejumlah suporter. Akibatnya, wasit dan hakim garis harus diamankan oleh aparat kepolisian.

Di Bandar Lampung, usai kekalahan TS Saburai, pemain dan ofisial tim langsung mengejar serta memukul wasit.

Kericuhan di Semifinal Liga 4 Zona Jawa Tengah

Pertandingan antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen digelar pada Kamis (12/2) di Stadion Krida Rembang.

PSIR Rembang, yang bertindak sebagai tuan rumah, harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor akhir 0-2. Kekalahan ini memicu amarah suporter tuan rumah.

Setelah peluit panjang dibunyikan, ratusan suporter PSIR Rembang masuk ke dalam lapangan dan mengejar wasit.

Mereka menilai keputusan wasit selama pertandingan merugikan tim mereka. Dalam kondisi yang memanas, sejumlah suporter diduga melakukan pengeroyokan terhadap wasit.

“Kalau info awal sampai saat ini itu antarsuporter Rembang sendiri. Antara kedua kubu suporter Rembang sendiri. Dan sampai saat ini pun tidak ada yang buat laporan di Polres, jadi kita belum ada mengamankan siapa pun dan tindakan apa-apa,” terang Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakya Akbar, dikutip MPN Indonesia dari DetikJateng pada Minggu (15/2).

Baca Juga:  Como vs Man Utd 4-1: Nico Paz Cetak Brace, Setan Merah Porak Poranda

Tidak hanya itu, suporter juga melempar batu dan botol mineral ke arah petugas yang berada di sekitar lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai korban dalam kejadian tersebut, dan belum ada keputusan mengenai potensi sanksi terhadap klub atau suporter yang terlibat.

Dua gol dari Persak Kebumen memastikan mereka melaju ke babak berikutnya, sementara PSIR Rembang harus tersingkir dari ajang Liga 4 Jawa Tengah.

Kerusuhan di Final Liga 4 Lampung

Sehari setelah insiden di Rembang, laga final Liga 4 Lampung yang digelar di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Jumat (13/2), juga berujung ricuh.

Pertandingan antara Angon Saka Farmers Tanggamus dan TS Saburai Pesawaran berlangsung panas sejak awal.

Suporter sudah mulai melempar botol ke dalam lapangan saat pertandingan masih berlangsung.

Tim TS Saburai juga sempat melakukan protes keras kepada wasit.

Pertandingan yang berlangsung ketat ini menghasilkan tiga kartu merah, yaitu dua untuk pemain Angon Saka dan satu untuk pemain TS Saburai.

Setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Angon Saka melalui gol sundulan, pemain dan ofisial TS Saburai langsung mengejar wasit dan melakukan pemukulan.

Polisi yang berada di lokasi langsung mengamankan wasit untuk mencegah kekerasan lebih lanjut.

Dengan kemenangan tersebut, Angon Saka Farmers Tanggamus dipastikan mewakili Lampung dalam putaran nasional Liga 4.

(AKM/NID/RAD)

Trending