Connect with us

Berita

Ada 9 Titik Demo 1 September di Jakarta, Ini Daftar Lokasi dan Isunya

Aksi demonstrasi digelar di sembilan titik Jakarta dan beberapa daerah pada 1 September 2025, membawa tuntutan mulai dari pengesahan RUU Perampasan Aset hingga reformasi DPR dan Polri.

Logompn

Published

on

Ada 9 titik demo 1 september di jakarta, ini daftar lokasi dan isunya
Ada 9 Titik Demo 1 September di Jakarta, Ini Daftar Lokasi dan Isunya. Gambar : Unsplash/Andrie Chassidy

MPN Indonesia 1 September 2025 - Demonstrasi dan aksi massa digelar serentak di sembilan titik Jakarta pada Senin (1/9).

Aksi ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, dan organisasi sipil yang mengangkat isu-isu nasional dan lokal.

Lokasi demonstrasi tersebar di Jakarta Pusat, seperti Tanah Abang, Gambir, Senen, Menteng, dan Sawah Besar.

Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, seluruh aksi berlangsung sesuai prosedur.

“Aksi dilaksanakan sesuai dengan pemberitahuan,” ujar Ruslan kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/9).

Isu utama yang disuarakan antara lain penolakan kenaikan tunjangan DPR, desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, reformasi DPR dan Polri, serta pengusutan kasus kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025.

Daftar Lokasi dan Tuntutan Demonstrasi di Jakarta

Di depan Gedung DPR/MPR RI, Aliansi BEM Tangerang Selatan menggelar aksi dengan tuntutan penyelesaian pelanggaran HAM 1998, pengesahan RUU Perampasan Aset, penolakan RUU KUHAP, serta evaluasi program strategis nasional.

Di Silang Selatan Monas, Lembaga Bantuan Hukum DPD KNPI DKI Jakarta menyoroti kasus kematian pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob, sementara Pengurus Pusat PMKRI menuntut pencopotan Kapolri, penghentian program makan bergizi gratis, dan pemberhentian menteri yang merangkap jabatan.

Selain itu, demonstrasi juga digelar di depan Kantor Kementerian Pendidikan, Kantor Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Markas Brimob Polda Metro Jaya, Kantor DPP Partai Nasdem, dan dua titik di Sawah Besar.

Isu yang diangkat meliputi dugaan korupsi beasiswa, keberpihakan audit dugaan ijazah ilegal, dan kasus korupsi penyelenggaraan haji.

Aksi Meluas ke Daerah Lain

Gelombang aksi serupa terjadi di Palembang, Kalimantan Selatan, dan Yogyakarta.

Baca Juga:  Pramono Tanggapi Aksi Sekelompok Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI

Di Palembang, massa memusatkan aksi di Gedung DPRD Sumsel dengan tuntutan penolakan tunjangan DPR, pengesahan RUU Perampasan Aset, dan evaluasi UU Pemilu.

Di Kalimantan Selatan, Aliansi “Masyarakat Kalsel Melawan” menggelar aksi besar di DPRD Kalsel menuntut reformasi DPR dan Polri, transparansi anggaran, serta perlindungan pekerja dan ojek online.

Di Yogyakarta, aksi berlangsung di DPRD DIY, dengan pemerintah daerah memastikan kondisi tetap kondusif.

Di Jakarta, Gedung KPK juga menjadi titik aksi. Ratusan warga dari Pati, Jawa Tengah, datang menggunakan 10 bus.

Aksi bertajuk “Indonesia (C)emas 2025 Jilid II” yang digelar BEM SI membawa 11 tuntutan, termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset, pemecatan anggota DPR yang menghina rakyat, reformasi DPR, pembatalan kenaikan pajak, audit BUMN, serta pengusutan kematian Affan Kurniawan.

Pengamanan dan Antisipasi

Pihak kepolisian menyiagakan pengamanan untuk menghindari kericuhan.

Di Jakarta, operasional Transjakarta tetap berjalan normal meski aksi berlangsung di depan Gedung DPR.

Beberapa pemerintah daerah, termasuk di Jawa Timur, mengimbau sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh untuk mengantisipasi potensi gangguan.

Aksi ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang 2025, mencerminkan banyaknya isu krusial yang menjadi perhatian publik secara nasional.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending