Connect with us

Berita

Atasi Banjir & Macet Daan Mogot, Pramono bakal Bangun Flyover 2 Km

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merencanakan pembangunan flyover lebih dari 2 km di Daan Mogot untuk atasi banjir dan kemacetan.

Logompn

Published

on

Atasi Banjir & Macet Daan Mogot, Pramono bakal Bangun Flyover 2 Km
Atasi Banjir & Macet Daan Mogot, Pramono bakal Bangun Flyover 2 Km. Gambar: YouTube/PEMPROV DKI JAKARTA

MPN Indonesia 5 Februari 2026 - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana membangun flyover sepanjang lebih dari dua kilometer di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, sebagai solusi jangka menengah dan panjang untuk mengatasi banjir dan kemacetan yang kerap melanda wilayah tersebut.

Rencana ini disampaikan Pramono saat meninjau pembangunan pompa banjir di Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (3/2).

“Untuk jangka menengah saya sedang memikirkan apakah memang diperlukan untuk membuat flyover di tempat ini yang panjangnya mungkin lebih dari dua kilometer,” ujar Pramono dalam keterangannya.

Kondisi geografis Daan Mogot menjadi salah satu penyebab utama banjir, karena jalan tersebut berada lebih rendah dibandingkan permukaan Sungai Mookervaart.

Saat curah hujan mencapai 100 milimeter, air sungai kerap meluap ke badan jalan, mengakibatkan genangan dan kemacetan lalu lintas.

“Karena di tempat ini enggak mungkin, begitu curah hujan 100 saja Sungai Mookervaart ini pasti akan melimpah ke jalan yang ada di Daan Mogot,” ungkap Pramono.

Pembangunan Flyover dan Penanganan Infrastruktur

Guna mendukung rencana tersebut, Pramono telah meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk segera melakukan perhitungan ulang dan kajian teknis terhadap pembangunan flyover.

Ia menilai solusi jangka pendek tidak cukup untuk menangani persoalan banjir dan kemacetan di wilayah ini.

Flyover yang dirancang akan menghubungkan sejumlah titik rawan banjir di sepanjang Daan Mogot.

Menurut Pramono, pembangunan ini menjadi bagian dari strategi infrastruktur jangka menengah dan panjang di Jakarta, terutama di wilayah Jakarta Barat.

Pompa Stasioner Dipercepat untuk Penanganan Awal

Sambil menunggu realisasi pembangunan flyover, pemerintah daerah telah membangun tiga pompa stasioner sebagai penanganan awal banjir di kawasan Daan Mogot KM 13. Titik-titik pemasangan pompa berada di KM 13, KM 13A, dan KM 13B.

Baca Juga:  Wow! Jumlah Pengguna QRIS di Jakarta Nyaris 6 Juta

Sebelumnya, wilayah ini hanya mengandalkan pompa mobile dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik.

Dengan kehadiran pompa stasioner, kapasitas pemompaan meningkat hingga tujuh kali lipat.

“Kalau dulu di tempat ini hanya ada kurang lebih 1.000 liter per detik, dan itu pun mobile. Sekarang dengan pompa yang stasioner yang tetap akan ada di sini, kapasitasnya menjadi tujuh kali lipat, kurang lebih 7.000 liter per detik,” jelas Pramono, dikutip MPN Indonesia melalui YouTube Pemprov DKI Jakarta pada kamis, (5/2).

“Kami berharap, dengan penanganan itu, secara jangka pendek akan teratasi persoalan banjir yang ada di Daan Mogot KM 13 ini,” ujar Pramono.

Target Penyelesaian hingga 2027

Proyek penanganan banjir di Daan Mogot sempat tertunda sejak 2022, namun kini kembali dilanjutkan.

Pramono menargetkan pembangunan rumah pompa dan flyover dapat rampung secara bertahap hingga tahun 2027.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menanggulangi banjir dan kemacetan secara menyeluruh di wilayah Jakarta.

Selain Daan Mogot, Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan normalisasi sungai di sejumlah titik rawan banjir lainnya seperti Sungai Ciliwung, Sungai Cakung Lama, dan Sungai Krukut.

Normalisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah dalam upaya pengendalian banjir di ibu kota.

(AKM/NID/RAD)

Trending