Connect with us

Berita

Banjir Lahar Dingin Merapi: Tiga Warga Meninggal Dunia, 2 Masih Hilang

Banjir lahar dingin Gunung Merapi tewaskan 3 penambang di Magelang, 2 korban masih dalam pencarian tim SAR.

Logompn

Published

on

Banjir Lahar Dingin Merapi Tiga Warga Meninggal Dunia, 2 Masih Hilang
Banjir Lahar Dingin Merapi Tiga Warga Meninggal Dunia, 2 Masih Hilang. Gambar: Kolase X/@B3doel___ / X/@WeatherMonitors

Jawa Tengah, MPN Indonesia 5 Maret 2026 - Tiga penambang pasir dilaporkan meninggal dunia akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi yang menerjang aliran Sungai Senowo di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dua orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga Rabu (4/3) dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa banjir ini terjadi usai hujan ekstrem mengguyur puncak Merapi sejak pukul 15.00 WIB dengan curah hujan mencapai 144 milimeter selama empat jam, melampaui ambang batas aman.

Hujan deras tersebut memicu aliran lahar dingin yang membawa material pasir dan batu, menyapu lima sungai utama di lereng Merapi, termasuk Sungai Senowo, tempat kejadian bencana alam tersebut.

“Kami menerima laporan pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB telah terjadi bencana lahar dingin yang menyeret empat penambang di Sungai Senowo,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, dikutip dari Tribun Banyumas, Kamis (4/3).

Kronologi dan Proses Evakuasi

Berdasarkan data dari Basarnas dan BPBD Magelang, tiga korban meninggal yang telah ditemukan adalah:

  • Imam Setiawan (21), asal Semarang, ditemukan tak lama setelah kejadian.
  • Arif Fuad Hasan (26), warga Ngargosoko, Srumbung, ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian.
  • Heru Setyawan (25), warga Krinjing, ditemukan sekitar 600 meter dari titik awal kejadian.

Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, membenarkan penemuan dua korban terakhir.

“Iya betul, Fuad dan Heru ditemukan siang ini,” ujarnya.

Dua penambang yang masih hilang, yakni Maryuni dan Hasyim.

Pencarian kedua korban hilang terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan dengan total 176 personel yang dibagi menjadi tiga satuan regu unit (SRU).

Baca Juga:  Prabowo Gelar Pertemuan dengan Wakil Ketua DPR hingga Sejumlah Menteri, Bahas Pemulihan Pascabencana

Pencarian mencakup area hingga empat kilometer dari lokasi kejadian. Unit K-9 milik Polresta Magelang juga dikerahkan.

“Kendala di lapangan, cuaca mendung, banjir lahar juga bawa material pasir dan batu sehingga kemungkinan ada korban tertimbun tebalnya material yang dibawa lahar dingin,” ujar Arif.

Dampak Korban Luka dan Kerugian Materiil

Selain korban meninggal dan hilang, banjir lahar dingin tersebut juga menyebabkan enam warga mengalami luka-luka di bagian tangan, kaki, dan mata.

Lima korban dirawat di RSU Muntilan, sementara satu korban lainnya, Muhammad Baharudin Yusuf (30), warga Kapuhan, Kecamatan Sawangan, dirawat di RS Murangan Sleman.

Dampak kerusakan materiil akibat bencana alam ini juga signifikan. Berdasarkan laporan BPBD, kerusakan meliputi:

  • 15 unit truk penambang terbawa arus, dengan 3 di antaranya dilaporkan hanyut dan 12 lainnya terjebak di lokasi.
  • Dua unit alat berat jenis Kobelco tertimbun material pasir dan batu, belum berhasil dievakuasi.
  • Pipa air milik warga di lereng Merapi rusak parah akibat terjangan material vulkanik.

Warga di sekitar lokasi kini bergotong royong memperbaiki pipa-pipa air yang rusak untuk memulihkan suplai air bersih.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending