Connect with us

Berita

BNPB Sebut Karhutla di Kalteng, Kalsel, dan Kalbar Capai 11 Ribu Hektare

Karhutla di Kalimantan mencapai 11.202 hektare. BNPB mengerahkan 38.772 personel dan 34 armada udara untuk menangani kebakaran di tiga provinsi.

Actress 1299250

Published

on

BNPB Sebut Karhutla di Kalteng, Kalsel, dan Kalbar Capai 11 Ribu Hektare
BNPB Sebut Karhutla di Kalteng, Kalsel, dan Kalbar Capai 11 Ribu Hektare. Gambar: YouTube/BNPB Indonesia

MPN Indonesia 23 Oktober 2026 - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat mencapai 11.202 hektare.

Data tersebut disampaikan BNPB di Jakarta, Kamis (22/10), dalam laporan penanganan bencana alam sepanjang Oktober 2026.

BNPB mengerahkan 38.772 personel darat dan 34 unit armada udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di tiga provinsi tersebut.

“Ketiga provinsi ini (Kalimanatan Tengah, Kalimanatan Selatan, dan Kalimanatan Barat) kami dapati sebesar luas yang terbakar adalah 11.202 hektare dan ini terus dilakukan penanganan,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dikutip MPN Indonesia dari BNPB Indonesia pada Jumat (23/10).

Berton menjelaskan, jumlah personel darat yang dikerahkan meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan jumlah biasanya.

Petugas darat melakukan pemadaman secara langsung, sedangkan armada udara digunakan untuk patroli, penyiraman air, dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Luas Kebakaran Hutan di Tiga Provinsi Kalimantan

BNPB mencatat Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 7.938 hektare dari total kejadian karhutla di tiga provinsi.

Berikut rincian luas lahan terbakar dari total 11.202 hektare yang dilaporkan, yaitu:

  • Kalimantan Tengah: 7.938 hektare.
  • Kalimantan Selatan: 1.974 hektare.
  • Kalimantan Barat: 1.290 hektare.

BNPB masih melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut dengan mengerahkan satuan tugas darat dan udara.

BNPB Kerahkan Personel untuk Penanganan Karhutla

BNPB mengerahkan personel satuan tugas darat untuk menangani kebakaran hutan di Kalimantan.

Baca Juga:  Jadi Ketua Satgas, Tito Karnavian Tancap Gas Bahas Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra

Jumlah personel yang dikerahkan di masing-masing provinsi, yaitu:

  • Kalimantan Tengah: 16.387 personel.
  • Kalimantan Barat: 14.458 personel.
  • Kalimantan Selatan: 7.927 personel.

Selain petugas darat, BNPB mengoperasikan 34 unit armada udara untuk mendukung penanganan karhutla.

Armada tersebut terdiri atas helikopter water bombing, pesawat patroli, dan sarana operasi modifikasi cuaca.

Adapun distribusi armada udara, seperti:

  • Kalimantan Selatan: 14 unit.
  • Kalimantan Tengah: 10 unit.
  • Kalimantan Barat: 10 unit.

Berton mengatakan, penempatan armada udara tidak bersifat tetap karena penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Armada yang ditempatkan di satu provinsi dapat dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di provinsi lainnya.

“Namun demikian, ini bukan berarti setiap provinsi langsung fix angka tersebut. Karena dari Kalimantan Selatan misalnya, kami bisa mengerahkan alutsista ini untuk membantu Kalimantan Tengah. Jadi memang base-nya ada di provinsi. Namun, tugasnya bisa di Kalimantan atau di provinsi yang lain, mengingat kebutuhan yang tersedia,” terangnya.

Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di Kalimantan

Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan juga dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca menggunakan dry ice dan garam (NaCl).

BNPB mencatat sebanyak 13 sorti operasi udara telah dilakukan di tiga provinsi tersebut.

Di Kalimantan Tengah, petugas melakukan sembilan sorti penyemaian menggunakan dry ice dan garam.

“Di Kalimantan Tengah, petugas melaksanakan sembilan sorti dengan menyebarkan 4.400 kilogram dry ice. Kemudian untuk NaCl atau garam sebanyak 3.800 kilogram,” kata Berton.

Sementara itu, operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan dilakukan melalui dua sorti penyemaian menggunakan 2.000 kilogram garam.

Kegiatan tersebut dilakukan di wilayah Tapin, Banjar, Barito Kuala, dan Kotabaru.

Di Kalimantan Barat, BNPB melakukan dua sorti penyemaian menggunakan 1.800 kilogram garam.

Baca Juga:  Wakil Walkot Bogor Desak Kemenhub Percepat Perbaikan Bekas Longsor di Batutulis

Operasi tersebut dilakukan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara karena kedua wilayah masih minim hujan alami.

Penyemaian Dry Ice Tingkatkan Jarak Pandang di Kalteng

BNPB juga melakukan penyemaian dry ice untuk mengurangi gangguan jarak pandang akibat kabut asap di Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari operasi udara pada Rabu (21/10).

Berdasarkan pengamatan BNPB, konsentrasi partikel halus PM2.5 mengalami penurunan sekitar 19 persen setelah penyemaian.

Konsentrasi PM2.5 turun dari 668,7 pada pukul 09.00 WIB menjadi 540,3 pada pukul 14.00 WIB.

Selain itu, jarak pandang di Landasan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, juga mengalami peningkatan.

“Kemudian ada juga terjadi peningkatan jarak pandang teramati di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, (meningkat sebesar) 2.500 pada pukul 14.00 dari sebelumnya jarak pandang 200 meter,” jelasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending