Berita
Debat dengan Pengusaha Sound Horeg, Dokter THT Sebut Jarak Aman Dentuman 2 Kilometer
Spesialis THT dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, Fikri Mirza Putranto menegaskan pentingnya jarak aman terhadap dentuman keras sound horeg.
MPN Indonesia 26 Juli 2025 - Sound horeg adalah salah satu hiburan sejumlah masyarakat dengan ciri khas speaker besar dan efek visual mencolok yang telah menjadi tren di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, tren ini belakangan menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar, terutama terkait gangguan ketenangan dan potensi gangguan kesehatan pendengaran.
Di samping itu, para pelaku hiburan mempertahankan bahwa sound horeg merupakan bagian dari ekspresi seni dan budaya lokal, sementara pihak yang terdampak menginginkan pengaturan lebih ketat terhadap intensitas suara serta jadwal pertunjukan.
Menanggapi polemik tersebut, dalam perdebatan yang disiarkan pada program Catatan Demokrasi di kanal YouTube tvOneNews pada Selasa (22/7), Spesialis THT dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, Fikri Mirza Putranto menegaskan pentingnya jarak aman terhadap dentuman keras sound horeg.
“Pertanyaannya adalah bagaimana melindungi orang yang tidak berhubungan langsung dengan kesenian tersebut. Tentu harus ada jarak. Yang paling simpel adalah jarak,” ujar Fikri dikutip MPN Indonesia, Sabtu (26/7).
Kebisingan Sound Horeg Capai 130 dB Masuk Kategori Ekstrem
Ia menyatakan bahwa paparan suara hingga 130 desibel (dB) dari sound horeg dapat berbahaya dan membutuhkan jarak aman untuk melindungi masyarakat sekitar yang tidak terlibat langsung.
Menurutnya, semakin jauh seseorang dari sumber suara, maka intensitas suara yang diterima juga akan menurun secara signifikan.
“Karena semakin jauh jarak dari sumber bunyi, maka suara yang didapatkan semakin kecil,” ungkap Fikri.
Lebih lanjut, Fikri dalam acara tersebut menekankan bahwa nilai kebisingan sound horeg yang mencapai 130 dB termasuk dalam kategori ekstrem. Untuk itu, ia menyebut angka 2 kilometer mengenai jarak aman dari paparan kebisingan tersebut.
“2 kilo (jarak aman untuk130 dB),” jelasnya dalam diskusi tersebut.
Kritik yang diarahkan pada sound horeg tidak hanya berkutat pada aspek kebisingan, tetapi juga pada dampaknya terhadap ketenangan sosial.
Sejumlah pihak menyebut fenomena ini sebagai masalah sosial yang harus segera ditangani, terutama jika tidak ada regulasi yang mengatur batasan suara dan waktu penyelenggaraan hiburan tersebut.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
