Connect with us

Berita

Disaksikan Polisi, Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ Karya Band Sukatani Bergema di Aksi Kamisan

Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ karya band Sukatani dinyanyikan dalam Aksi Kamisan yang digelar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (20/2). 

Actress 1299250

Published

on

Mpnbagas(1250 X 849 Px) Mpn 2025 02 21t155835.911
Massa Aksi Kamisan nyanyikan lagu 'Bayar Bayar Bayar' karya Sukatani | Gambar: IG/@aksikamisan

MPN Indonesia 21 Februari 2025 - Lagu Bayar Bayar Bayar yang diciptakan oleh band Sukatani dinyanyikan dalam Aksi Kamisan yang digelar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).

Berdasarkan video yang diunggah di akun Instagram @aksikamisan, para peserta Kamisan memutar lagu Bayar Bayar Bayar melalui pengeras suara.

Mereka mendekatkan speaker ke arah barisan aparat kepolisian yang berjaga. Massa berjoget sembari meneriakkan lirik lagu tersebut “Bayar polisi, bayar polisi”.

Sementara itu, aparat kepolisian hanya diam dan memberikan senyum tipis tanpa respons lebih lanjut.

Lagu ini digemakan di Aksi Kamisan menyusul permintaan maaf dari band Sukatani kepada kepolisian melalui Instagram pribadinya @sukatani.band.

Sukatani Minta Maaf dan Tarik Lagu dari Platform Streaming

Band Sukatani pada Kamis (20/2) mengunggah permintaan maaf terbuka kepada institusi Polri melalui akun resmi mereka.

Personel band, Syifa Al Lufti alias Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel, menyampaikan bahwa lagu tersebut sebenarnya ditujukan sebagai sindiran terhadap oknum polisi yang melanggar aturan.

Mereka menegaskan bahwa liriknya tidak bermaksud menyerang institusi kepolisian secara keseluruhan.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami yang berjudul ‘Bayar Bayar Bayar‘ dengan lirik ‘bayar polisi’ yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial,” ujar Alectroguy.

Ia juga menambahkan bahwa lagu tersebut telah ditarik dari semua layanan streaming sebagai bentuk tanggung jawab atas kontroversi yang terjadi.

Dugaan Tekanan terhadap Sukatani

Di tengah kontroversi yang muncul, massa aksi Aliansi Jogja Memanggil yang menggelar unjuk rasa bertajuk #BersamaRakyat menyampaikan pandangan mereka mengenai permintaan maaf dari Sukatani.

Baca Juga:  Dukung Gerakan Nurani Bangsa, Rieke Diah Pitaloka Minta Aktivis dan Pendemo Dibebaskan

Salah seorang peserta aksi dalam demonstrasi di Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung pada Kamis (20/2) menyebutkan bahwa band tersebut mengalami tekanan yang membuat mereka harus menarik lagu tersebut.

“Sukatani jadi korban represi, mereka kena represi,” ujar peserta aksi dengan menggunakan pengeras suara dari atas mobil komando.

Menurut mereka, lagu Bayar Bayar Bayar merupakan bentuk ekspresi keresahan terhadap tindakan oknum kepolisian yang dinilai tidak sesuai aturan.

Mereka menyayangkan adanya tekanan terhadap kebebasan berekspresi di bidang seni dan musik.

(AKM/NID/RAD)

Trending