Connect with us

Ekonomi

IHSG Ambruk ke Level Rp7.174 Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 5,41% pada awal perdagangan 9 Maret 2026.

Logompn

Published

on

IHSG Ambruk ke Level Rp7.174 Pagi Ini
IHSG Ambruk ke Level Rp7.174 Pagi Ini. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Maret 2026 - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok signifikan pada awal perdagangan hari Senin (9/3).

Pada pukul 09.10 WIB, IHSG merosot 5,41 persen atau turun 410,73 poin ke level 7.174.

Penurunan ini terjadi usai dibuka di level 7.374 dan langsung berada dalam tekanan jual sejak awal sesi.

Berdasarkan data RTI Business, sepanjang sesi awal IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.374 dan terendah di 7.156.

Penurunan IHSG juga dilaporkan dalam data CNBC Indonesia, yang menyebutkan indeks dibuka turun 4,78 persen ke level 7.223,45, sementara data lainnya mencatat penurunan sebesar 4,94 persen ke level 7.210 pada pukul 09.08 WIB.

Pelemahan IHSG ini terjadi di tengah dominasi saham yang bergerak di zona merah.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 658 saham melemah, hanya 30 saham menguat, dan 40 stagnan menurut RTI Business.

Sementara data CNBC mencatat 449 saham turun, 57 naik, dan 158 tidak bergerak.

Aktivitas Transaksi dan Dominasi Investor Domestik

Aktivitas perdagangan terpantau cukup tinggi pada awal sesi. Volume transaksi mencapai 11,52 miliar saham dengan nilai transaksi Rp5,02 triliun dan frekuensi 501.659 kali.

Di sisi lain, data perdagangan menunjukkan volume 8,318 miliar saham dengan nilai sekitar Rp3,883 triliun dari 377.501 transaksi.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat bervariasi berdasarkan sumber, antara Rp12.862,75 triliun hingga Rp12.943,2 triliun.

Transaksi didominasi oleh investor domestik, dengan volume sebesar 79,78 persen dan nilai transaksi sebesar 66,02 persen.

Investor asing berkontribusi 20,22 persen terhadap volume dan 33,98 persen terhadap nilai transaksi.

Baca Juga:  IHSG Tembus 8.434 di Sesi I, Pasar Fokus ke RDG BI dan Sentimen Global

Nilai beli asing tercatat Rp5,9 triliun dan nilai jual mencapai Rp6,2 triliun. Dari sisi frekuensi, investor domestik menyumbang 81,77 persen, sedangkan asing 18,23 persen.

Saham dan Sektor yang Mengalami Koreksi

Sejumlah saham berkapitalisasi besar melemah tajam, seperti:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,14 persen ke level 6.850
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 2,45 persen ke 3.580
  • PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 13,51 persen ke 4.290
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 11,30 persen ke level 204

Sektor-sektor yang mencatat penurunan signifikan di antaranya:

  • Sektor barang baku: turun 8,55 persen
  • Sektor infrastruktur: turun 7,55 persen
  • Sektor non-primer: turun 6,72 persen
  • Sektor energi: turun 6,05 persen
  • Sektor perindustrian: turun 5,04 persen
  • Sektor properti: turun 4,92 persen
  • Sektor transportasi: turun 4,88 persen
  • Sektor primer: turun 4,56 persen
  • Sektor teknologi: turun 3,51 persen
  • Sektor kesehatan: turun 2,85 persen
  • Sektor keuangan: turun 2,19 persen

Sentimen Global dan Risiko Pasar

Pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah disebut telah mendorong investor global mengambil langkah defensif, menciptakan kondisi risk-off yang memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada kemungkinan penurunan bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index, yang kini mendekati 1 persen.

Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait potensi perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market, yang dapat berdampak pada arus keluar dana asing.

Faktor lain yang turut membebani pasar adalah meningkatnya risiko kredit negara.

Tiga lembaga pemeringkat global — Fitch Ratings, Moody’s Investors Service, dan S&P Global Ratings telah mengubah outlook Indonesia menjadi lebih negatif.

Baca Juga:  IHSG Anjlok 194,24 Poin Siang Ini!

Perubahan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan potensi tekanan pada defisit anggaran, yang berdampak pada persepsi investor terhadap aset domestik.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending