Connect with us

Ekonomi

IHSG Anjlok 194,24 Poin Siang Ini!

IHSG melemah signifikan pada Senin siang, dipengaruhi aksi profit taking dan sentimen pasar global.

Logompn

Published

on

Ihsg anjlok 194,24 poin siang ini!
Ilustrasi harga saham menurun. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 12 Januari 2026 - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba merosot lebih dari 2 persen pada perdagangan siang hari ini, Senin (12/1), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Penurunan terjadi sekitar pukul 14.33 WIB saat IHSG tercatat turun 194,24 poin atau 2,17 persen ke level 8.742,51.

Koreksi mendalam ini terjadi setelah IHSG sempat dibuka di level 8.991 dan mencatatkan kenaikan tipis 0,13 persen atau 11,21 poin di sesi 1 ke level 8.947,96.

Pada pukul 14.40 WIB, IHSG bergerak sedikit menguat ke level 8.861, tetapi masih berada di zona merah.

Saat itu, 480 saham tercatat turun, 233 saham menguat, dan 98 saham stagnan.

Data lainnya menunjukkan sebanyak 535 saham melemah, 220 saham menguat, dan 203 saham tidak mengalami perubahan dengan total nilai transaksi mencapai Rp27,71 triliun dari 49,98 miliar saham dalam 3,7 juta kali transaksi.

Koreksi tajam ini terjadi di tengah pekan perdagangan yang lebih pendek, mengingat pasar saham Indonesia hanya buka empat hari pekan ini karena libur Isra Miraj pada Jum’at (16/1).

Tekanan jual yang cukup tinggi pada saham-saham big caps, terutama dari Grup Barito, turut memicu aksi ambil untung dan membuat indeks bergerak turun signifikan di perdagangan awal pekan.

Proyeksi Pergerakan dan Sentimen Pasar

William Hartanto, Founder WH-Project, dalam riset hariannya menyampaikan bahwa IHSG berpotensi mengalami koreksi sehat setelah membentuk resistance di area 8.970.

“IHSG terlihat jenuh beli dan berpeluang mengalami koreksi sehat di area 8.970,” ucapnya dalam riset hariannya.

Dengan kondisi tersebut, William memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini berada dalam rentang support di level 8.900 dan resistance di level 9.000.

Baca Juga:  Pelayaran Jaya (PJHB) Tetapkan Harga IPO di Rentang Rp310-Rp330 per Saham

Sentimen jenuh beli ini diperkuat oleh tekanan yang muncul dari sejumlah saham kapitalisasi besar yang mengalami koreksi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga tengah mencermati perkembangan eksternal, termasuk rilis inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan depan.

Perkiraan sementara menunjukkan inflasi tahunan AS berada di kisaran 2,7 persen pada akhir 2025, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya di atas 3 persen.

Angka tersebut masih berupa estimasi karena Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) tidak merilis data resmi CPI untuk bulan November akibat penutupan pemerintahan yang terjadi pada Oktober 2025.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending