Connect with us

Ekonomi

Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi Jelang Lebaran, Ada Diskon Tiket Mudik hingga Bantuan Pangan

Pemerintah luncurkan stimulus ekonomi Lebaran 2026 dengan diskon tiket kereta, pesawat, kapal, serta bantuan pangan untuk 35 juta KPM.

Logompn

Published

on

Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi Jelang Lebaran, Ada Diskon Tiket Mudik hingga Bantuan Pangan
Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi Jelang Lebaran, Ada Diskon Tiket Mudik hingga Bantuan Pangan. Gambar: YouTube/PerekonomianRI

MPN Indonesia 12 Februari 2026 - Pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/02), sebagai bagian dari kebijakan ekonomi untuk menjaga daya beli dan mendorong mobilitas masyarakat selama periode lebaran.

Peluncuran tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp911,16 miliar berasal dari APBN maupun nonAPBN,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube PerekonomianRI pada Kamis, (12/2).

Bantuan pemerintah tersebut difokuskan pada sektor transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat saat lebaran dan Idulfitri 2026.

Selain dukungan transportasi, pemerintah juga menyiapkan bantuan pemerintah dalam bentuk bantuan pangan dan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta pekerja swasta.

Kebijakan ekonomi ini ditujukan untuk memastikan kelancaran perjalanan, menjaga konsumsi domestik selama Idulfitri, serta memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah menjelang lebaran.

Rincian Diskon Transportasi Lebaran 2026

Dalam Paket Stimulus Ekonomi I-2026, pemerintah menetapkan diskon tarif transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan nonAPBN.

Untuk angkutan kereta api melalui PT KAI, diskon sebesar 30 persen dari harga tiket berlaku untuk perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang.

Baca Juga:  Sepekan usai Idulfitri, ITC Fatmawati Kembali Ramai

Pada angkutan laut melalui PT Pelni, diskon 30 persen dari tarif dasar diberikan untuk perjalanan 11 Maret hingga 5 April 2026 dengan target 445 ribu penumpang.

Sektor penyeberangan melalui PT ASDP mendapatkan diskon 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan untuk periode 12–31 Maret 2026, dengan target layanan 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Sementara itu, angkutan udara kelas ekonomi domestik memperoleh potongan tarif sekitar 17–18 persen untuk perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan keringanan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama lebaran dan Idulfitri 2026.

“Kita ingin meringankan saudara-saudara kita yang dalam rangka puasa dan Lebaran biasanya bersilaturahmi, mudik atau pulang kampung dengan kemudian kita memberikan stimulus-stimulus dalam bentuk diskon-diskon, baik tiket kereta api, tiket pesawat, maupun tiket penyeberangan, semua semata-mata untuk kita membantu meringankan semua masyarakat,” ujar Prasetyo, dikutip MPN Indonesia melalui laman Sekretariat Negara pada Kamis, (12/2)

Kebijakan WFA Jelang Idulfitri 2026

Sebagai bagian dari kebijakan ekonomi yang mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah menetapkan skema WFA atau flexible working arrangement (FWA) selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

Untuk ASN, pengaturan dilakukan melalui Surat Edaran Menteri PANRB, sedangkan bagi pekerja swasta diatur melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan.

“Untuk penerapan FWA bagi para pegawai ASN, diterbitkan Surat Edaran (SE) dari Menteri PAN RB, sedangkan untuk pelaksanaan WFA bagi para pekerja swasta akan diterbitkan SE dari Menteri Ketenagakerjaan,” ujar Airlangga.

Kebijakan WFA ini diterapkan untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat serta memberikan fleksibilitas dalam merencanakan perjalanan selama lebaran dan Idulfitri 2026, tanpa menetapkan tambahan hari libur nasional.

Baca Juga:  KAI Logistik Rilis Tarif Pengiriman Motor untuk Mudik 2025, Beri Diskon 25 Persen!

Bantuan Pangan bagi 35,04 Juta KPM

Selain diskon transportasi dan WFA, bantuan pemerintah juga diberikan dalam bentuk bantuan pangan guna memperkuat daya beli masyarakat pada periode Idulfitri.

Pemerintah menyalurkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang diberikan sekaligus untuk dua bulan.

Target penerima bantuan pangan ditetapkan sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari desil 1 hingga desil 4, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun. Penyaluran bantuan dijadwalkan mulai berlangsung saat Ramadan.

Menteri Sekretaris Negara menegaskan fokus pemerintah terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pemerintah bekerja keras supaya seluruh masyarakat dapat menjalani bulan suci Ramadan dan Lebaran nanti dengan sebaik-baiknya, kita berpikir terus menerus bagaimana meringankan beban saudara-saudara kita terutama di desil 1 hingga di desil 4,” kata Prasetyo.

Menko Ekon juga meminta dukungan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan pangan.

“Pemda dan K/L terkait agar mendukung kelancaran logistik dalam penyaluran bantuan pangan,” pungkas Airlangga.

Data mobilitas sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan selama periode lebaran dan Idulfitri.

Pada Lebaran 2025, mobilitas masyarakat tercatat mencapai 154,62 juta orang, sedangkan pada periode Natal dan Tahun Baru mencapai 110,43 juta orang.

Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat 5,11 persen, dengan kunjungan wisatawan mancanegara pada Desember sebesar 1,41 juta dan wisatawan nusantara 105,98 juta.

Data tersebut menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ekonomi dan bantuan pemerintah menjelang Idulfitri 2026 dan lebaran tahun ini.

(AKM/NID/RAD)

Trending