Connect with us

Berita

Indonesia Punya 10.129 Koperasi Wanita, Volume Usaha Capai Rp 2,75 Triliun

Kementerian Koperasi mencatat 10.129 koperasi wanita aktif hingga 2024 dengan total anggota 643.740 orang dan volume usaha Rp2,75 triliun.

Logompn

Published

on

Indonesia punya punya 10.129 koperasi wanita, volume usaha capai rp 2,75 triliun
Koperasi wanita di Indonesia capai 10.129 unit dengan aset Rp3,44 triliun. Gambar : Dok. Dewan Pertahanan Nasional RI

MPN Indonesia 26 April 2025 - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengumumkan bahwa hingga tahun 2024, terdapat sebanyak 10.129 unit koperasi wanita aktif di Indonesia dengan total anggota mencapai 643.740 orang. 

Volume usaha koperasi wanita ini tercatat menembus Rp2,75 triliun, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dalam acara Kongres Pejuang Perempuan yang digelar di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (25/4).

Dalam pernyataannya, Budi Arie juga menjelaskan bahwa total aset yang dimiliki koperasi wanita tersebut mencapai Rp3,44 triliun.

“Data kami di Kementerian Koperasi pada tahun 2024 jumlah koperasi wanita aktif adalah 10.129 unit dengan total anggota sebanyak 643.740 orang. Memiliki total volume usaha koperasi mencapai Rp2,75 triliun dan total aset mencapai Rp3,44 triliun,” ujar Budi kepada wartawan dalam acara Kongres Pejuang Perempuan di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (25/4).

Peran Strategis Koperasi Wanita dalam Pemberdayaan Ekonomi

Budi Arie menekankan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi melalui koperasi wanita.

Menurut Budi Arie, koperasi wanita berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan dengan memberikan akses terhadap pelatihan keterampilan, modal usaha, dan jaringan pemasaran yang kuat di masyarakat.

Sebagai contoh, Budi Arie menyebut Koperasi Wanita Mayangsari di Desa Banjarjo, Lampung Timur, yang menyediakan program pelatihan keterampilan dan pinjaman produktif bagi anggotanya. 

Selain itu, Koperasi Wanita Sumber Rezeki di Yogyakarta turut berperan dalam menyediakan fasilitas pinjaman berbunga rendah serta pembinaan usaha mikro.

“Contoh lain adalah Koperasi Wanita Setia Bakti Wanita di Surabaya, Jawa Timur. Pernah diundang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk berbagi pengalaman terkait sistem panggung renteng yang mereka terapkan. Sistem ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi dan kesejahteraan ekonomi perempuan di komunitas. Mereka fokus pada pengelolaan pinjaman yang bertanggung jawab dan kolektif,” imbuh Budi Arie.

Baca Juga:  Ayu Ting Ting Tuai Pujian usai Bantu UMKM di Blok M Tanpa Dibayar

Keterlibatan Perempuan dalam Program Kopdes Merah Putih

Selain memaparkan data koperasi wanita, Kementerian Koperasi juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan perempuan dalam program baru pemerintah, yakni pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). 

Budi Arie menjelaskan bahwa dalam petunjuk pelaksana pendirian koperasi tersebut, secara tegas disebutkan bahwa harus melibatkan unsur perempuan.

“Karena dalam peraturan yang kita buat, petunjuk pelaksanaan pendirian Koperasi Merah Putih saya sebutkan, kita sebutkan di Kementerian Koperasi harus melibatkan unsur perempuan. Syukur-syukur ketuanya perempuan, karena saya lebih percaya perempuan daripada laki-laki. Ini saya serius,” terang Budi Arie.

Koperasi wanita memberikan fasilitas akses ke berbagai sumber daya yang dapat mempercepat pertumbuhan UMKM berbasis komunitas perempuan. 

Melalui koperasi wanita, berbagai pelatihan, pembinaan, dan dukungan finansial dilakukan secara berkelanjutan, memperkokoh ketahanan ekonomi lokal.

Program-program yang difasilitasi oleh kementerian menunjukkan bahwa koperasi wanita tidak hanya mendukung peningkatan kapasitas anggota, tetapi juga menjadi katalisator pengembangan ekonomi berbasis gender yang inklusif, sejalan dengan tujuan nasional dalam memperkuat sektor UMKM di Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

Trending