Connect with us

Berita

Jelang Waisak, Ratusan Umat Buddha Tanam Pohon dan Meditasi di TMII

Menjelang Hari Raya Waisak 2025, ratusan umat Buddha melaksanakan kegiatan keagamaan di TMII, Minggu (20/4) siang.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 22t093032.307
Ratusan Umat Buddha Tanam Pohon dan Meditasi di TMII | Gambar: Kemenag

MPN Indonesia 22 April 2025 - Menjelang peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE/2025, ratusan umat Buddha melaksanakan kegiatan keagamaan dan lingkungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (20/4) siang.

Umat Buddha membersihkan area ibadah dan taman di Wihara Arya Dwipa Arama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Waisak yang jatuh pada 12 Mei mendatang.

Kegiatan Religi dan Lingkungan

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemenag, kegiatan dimulai dengan pembersihan altar dan taman di sekitar wihara, dilanjutkan dengan meditasi bersama yang dipimpin oleh belasan bhikkhuni.

Prosesi meditasi berlangsung dengan khidmat dan menjadi momen reflektif bagi peserta.

Selain itu, pohon Bodhi (Ficus religiosa) dan pohon Sala (Shorea robusta) ditanam secara simbolis sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual Buddha dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Penanaman pohon-pohon ini merupakan inisiatif Keluarga Besar Abdi Negara, termasuk anggota TNI dan Polri, sebagai bagian dari kegiatan menyambut Hari Bumi pada 22 April.

Makna Pohon Bodhi dan Sala

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi menjelaskan bahwa pohon Bodhi dan Sala memiliki makna mendalam baik secara spiritual maupun ekologis.

Menurutnya, pohon Bodhi adalah simbol penting dalam ajaran Buddha karena di bawah pohon ini Siddhartha Gautama mencapai pencerahan. Sementara itu, pohon Sala merupakan tempat Sang Buddha mencapai Parinibbana.

“Pohon-pohon ini bersejarah bagi umat Buddha. Secara ekologis, pohon ini juga dikenal mampu menyerap karbon, menjaga kualitas air dan tanah, serta mengurangi polusi udara,” ujar Supriyadi.

Selain kegiatan tersebut, Supriyadi menyampaikan bahwa rangkaian perayaan Waisak juga melibatkan pengambilan air suci dari kompleks yang telah dibacakan paritta.

Baca Juga:  Macet di Puncak Tembus Sampai Cianjur, Polisi Terapkan One Way Arah Jakarta

Air suci tersebut akan diberkati dan digunakan dalam ritual-ritual mendatang. Pada 4 Mei 2025 akan dilaksanakan karya bakti dan doa bersama di seluruh makam pahlawan di Indonesia.

Dukungan dari TMII

Direktur Operasional TMII, Arie Prasetyo menyambut positif kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut.

Ia menyatakan bahwa kegiatan bersih-bersih, meditasi, dan penanaman pohon bertepatan dengan perayaan HUT ke-50 Taman Mini Indonesia Indah, menambah makna dari kolaborasi lintas komunitas.

“TMII tidak akan sukses dan memberi manfaat besar tanpa kerja sama berbagai komunitas, termasuk komunitas keagamaan. Kami terbuka untuk kolaborasi,” ujar Arie Prasetyo.

Ia juga menjelaskan bahwa Taman Mini Indonesia Indah saat ini memiliki 32 anjungan, 18 museum, serta berbagai wahana yang menjadi ruang terbuka bagi partisipasi dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending