Connect with us

Berita

Jika Semua Orang di Dunia Muslim, Benarkah Akan Ada Perdamaian? Ini Jawaban Dr Zakir Naik

Dr Zakir Naik tegaskan perdamaian dunia tak cukup dengan identitas Muslim, tapi butuh pengamalan syariat Islam secara utuh oleh umatnya di segala aspek.

Logompn

Published

on

Jika semua orang di dunia muslim, benarkah akan ada perdamaian ini jawaban dr zakir naik
Pendakwah internasional, Dr Zakir Naik. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/dr. Richard Lee, MARS

MPN Indonesia 23 Juni 2025 - Dunia kerap dihadapkan pada konflik yang berakar dari perbedaan, entah itu politik, budaya, maupun keyakinan.

Di tengah dinamika tersebut, tak sedikit yang membayangkan bahwa kesamaan agama di antara seluruh manusia mungkin bisa menjadi solusi bagi terciptanya perdamaian global.

Islam, sebagai salah satu agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia, sering kali menjadi pusat dalam perbincangan tersebut.

Beberapa orang membayangkan bahwa dunia akan menjadi lebih damai jika semuanya beragama Islam. Namun, apakah hal itu benar-benar menjamin terciptanya perdamaian global?

Pendakwah internasional, Dr Zakir Naik menanggapi persoalan ini dalam wawancaranya bersama dr. Richard Lee di kanal YouTube “dr. Richard Lee, MARS” pada (6/6).

Ia menyampaikan bahwa menjadi Muslim saja tidak cukup. Perdamaian hanya akan terwujud jika ajaran Islam dijalankan secara utuh oleh para pemeluknya.

Perbedaan Muslim Nama dan Muslim Sejati

Menurut Dr Zakir Naik, tidak semua yang beridentitas Muslim menjalani hidup sesuai syariat Islam.

Ia menegaskan adanya perbedaan besar antara Muslim yang hanya sekadar nama, dengan Muslim yang benar-benar mengamalkan ajaran Islam.

“Kamu bertanya jika semua orang beragama Islam, kalau semua orang menjalankan ajaran Islam, disanalah akan muncul kedamaian? Beberapa orang cuma Islam di KTP saja, mungkin mereka Muslim, tetapi melakukan korupsi, mungkin mereka menyuap, selingkuh, minum alkohol, mereka mungkin melakukan semua yang dilarang-Nya. Jadi ada perbedaan antara Islam KTP, dengan yang mengamalkan Islam,” ucap Dr Zakir Naik saat ditanya dr Richard Lee, dikutip MPN Indonesia pada Senin (23/6).

Baca Juga:  Bantah Keterlibatan Soeharto dalam Pelanggaran HAM, Fadli Zon: Dugaan Itu Tidak Pernah Terbukti

Ia menyoroti bahwa korupsi, penyuapan, penipuan, hingga konsumsi alkohol yang dilakukan oleh sebagian Muslim menjadi penghalang utama bagi perdamaian. Identitas saja tidak cukup tanpa pelaksanaan yang sesuai syariat.

Pluralitas sebagai Bentuk Ujian dari Allah

Lebih lanjut, Dr Zakir Naik menjelaskan bahwa keberagaman agama dan keyakinan di dunia merupakan bagian dari kehendak Allah.

Menurutnya, pluralitas adalah ujian bagi manusia, bukan sesuatu yang harus dihapuskan.

“Kalau Allah mau itu terjadi, itu bisa saja terjadi, tapi dimana cobaannya? Allah berfirman dalam surah Al Mulk (62:2), Allah menciptakan hidup dan mati untuk menguji. Kalau Allah mau, bisa saja dia menciptakan semua orang itu Islam, tapi dimana ujiannya?” ungkap Dr Zakir Naik.

Dengan demikian, perbedaan agama bukanlah penyebab utama konflik, melainkan bagian dari ujian kehidupan untuk melihat siapa yang benar-benar menjalankan kebaikan.

Syariat Islam dan Tujuh Tahun Kedamaian

Dr Zakir Naik juga mengungkapkan bahwa dalam ajaran Islam disebutkan akan ada masa di mana dunia dipimpin oleh hukum syariat Islam selama tujuh tahun, dan saat itulah perdamaian benar-benar terjadi.

“Tetapi akan ada masa dimana dunia diatur dengan Syariah Islam selama 7 tahun, tertulis di Hadits, Allah mengatakan di Al Quran di beberapa surah berbeda, di surah At-Taubah (9:33), di surah Al-Fath (48:28), dan surah Ash-Shaff (61:9)…..Umat Muslim akan memimpin dunia selama 7 tahun, masa itu pasti akan datang. Pada masa itu, umat Muslim akan hidup untuk Syariah, akan muncul kedamaian di dunia, selama 7 tahun Insyaallah, kita sedang bersiap untuk hal tersebut,” jelas Dr Zakir Naik.

Namun, ia kembali menekankan bahwa syariat yang dimaksud adalah praktik Islam yang dijalankan secara menyeluruh, bukan sekadar status keagamaan di atas kertas.

Baca Juga:  Ditempatkan di Komite II DPD RI, Komeng: Tugas Negara, Saya Jalani

Islam Bukan Sekadar Identitas

Dalam akhir penjelasannya, Dr Zakir Naik menekankan pentingnya pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, label agama tanpa pelaksanaan yang sesuai syariat tidak akan menciptakan kedamaian.

Perdamaian yang diharapkan, menurutnya, hanya bisa terwujud jika umat Islam tidak hanya mengaku sebagai Muslim, tetapi juga mempraktikkan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh dalam segala aspek kehidupan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending