Connect with us

Berita

Kasus Penipuan Lowongan Kerja Online Meningkat di Tengah Gelombang PHK

Kasus penipuan lowongan kerja online naik 50%, menyasar korban PHK. Polisi imbau masyarakat waspada dan tidak mudah beri data pribadi.

Logompn

Published

on

Kasus penipuan lowongan kerja online meningkat di tengah gelombang phk
Ilustrasi Penipuan Lowongan Kerja. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 4 Juni 2025 - Lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir telah memperburuk kondisi para pencari kerja.

Di tengah ketidakpastian ekonomi ini, penipuan lowongan kerja online semakin marak terjadi, menyasar korban PHK dan pencari kerja pemula.

Berdasarkan data dua tahun terakhir, kasus penipuan kerja daring meningkat hingga 50%.

Para pelaku memanfaatkan kebutuhan mendesak masyarakat akan pekerjaan untuk menjalankan modus kejahatan dengan berbagai cara.

Modus Penipuan dan Peringatan Kepolisian

Beberapa modus yang sering digunakan mencakup permintaan pembayaran di awal, tawaran kerja ke luar negeri tanpa kejelasan, pengumpulan data pribadi sebelum proses seleksi, dan janji gaji tinggi tanpa prosedur resmi.

“Waspada terhadap tawaran pekerjaan yang meminta pembayaran di muka atau menawarkan gaji yang tidak masuk akal,” demikian imbauan dari unggahan resmi Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya melalui akun Instagram @siberpoldametrojaya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (4/6).

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga informasi pribadi mereka.

“Jangan mudah percaya! Jangan berikan informasi pribadi seperti KTP, NPWP, atau nomor rekening sebelum Anda yakin itu adalah perusahaan yang sah. Jika merasa ragu, tanya lebih lanjut atau cari tahu lebih dalam,” tegas pernyataan dari Direktorat Reserse Siber.

Cara Mengenali dan Mencegah Penipuan

Penipuan berkedok lowongan kerja biasanya menawarkan proses rekrutmen yang sangat cepat dan tanpa tahapan seleksi. Hal ini menjadikan banyak orang yang terdampak PHK sebagai target empuk.

Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi lowongan yang diterima.

Langkah awal yang disarankan antara lain memeriksa legalitas perusahaan, memastikan mereka memiliki situs resmi, dan mencari ulasan dari karyawan atau mantan karyawan.

Baca Juga:  Modus Pinjam Motor Teman Lalu Dijual, Pelaku Ditangkap usai Bertemu Korban di Melawai secara Tak Sengaja

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak membayar biaya apapun selama proses perekrutan.

Tawaran kerja yang mensyaratkan pembayaran dianggap sebagai sinyal kuat adanya penipuan.

Pemeriksaan alamat email perusahaan juga penting, hindari korespondensi yang dilakukan melalui domain email gratis seperti Gmail atau Yahoo.

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Digital

Penggunaan data pribadi secara tergesa-gesa menjadi salah satu celah yang sering dimanfaatkan pelaku.

“Perusahaan yang sah hanya meminta data pribadi setelah Anda lolos seleksi,” tulis himbauan di akun @siberpoldametrojaya.

Data sensitif seperti nomor KTP, NPWP, dan rekening bank sebaiknya hanya diberikan setelah melewati tahapan seleksi yang jelas dan resmi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending