Connect with us

Berita

Kenapa Ultah Jakarta Diperingati 22 Juni? Ini Asal-usulnya

Sejarah HUT Jakarta 22 Juni bermula dari dari peristiwa penyerangan pelabuhan Sunda Kalapa oleh Pangeran Fatahillah pada 22 Juni 1527.

Logompn

Published

on

Kenapa Ultah Jakarta Diperingati 22 Juni Ini Asal usulnya
Museum Fatahillah. Gambar: Dok. Provinsi DKI Jakarta

MPN Indonesia 22 Juni 2026 - Penetapan hari ulang tahun Jakarta setiap tanggal 22 Juni berakar dari peristiwa penyerangan pelabuhan Sunda Kalapa oleh Pangeran Fatahillah pada 22 Juni 1527 di kawasan estuari Sungai Ciliwung.

Peristiwa tersebut menandai perubahan nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta yang kemudian menjadi dasar penetapan HUT Jakarta.

Awal mula Jakarta berasal dari sebuah pelabuhan kecil sekitar 500 tahun lalu yang terletak di muara Sungai Ciliwung.

Pelabuhan ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang mempertemukan berbagai bangsa.

Rekam jejak sejarah Jakarta ditemukan melalui prasasti-prasasti di sekitar pelabuhan dan sepanjang aliran sungai tersebut, serta catatan para pengembara Eropa pada abad ke-16 yang menyebut wilayah ini sebagai Kalapa, pelabuhan utama Kerajaan Sunda.

Perubahan Nama dan Kekuasaan dari Masa ke Masa

Setelah menjadi pelabuhan penting di Nusantara, Jayakarta memasuki babak baru ketika bangsa Eropa datang pada abad ke-16.

Pada masa itu, VOC Belanda mulai mengambil alih kekuasaan wilayah tersebut.

Nama Jayakarta kemudian diubah menjadi Batavia, yang diambil dari nama nenek moyang bangsa Belanda, Batavieren.

Kondisi geografis Batavia yang mirip dengan Belanda mendorong pembangunan kanal-kanal untuk mengantisipasi banjir.

Pemerintah kolonial juga memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah yang lebih tinggi bernama Weltevreden.

Pada awal abad ke-20, Batavia menjadi pusat pergerakan nasional, ditandai dengan Kongres Pemuda Kedua pada 1928.

Selanjutnya, pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945, nama Batavia diubah menjadi Jakarta atau Jakarta Tokubetsu Shi.

Peran Jakarta setelah Kemerdekaan

Sejak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, Jakarta berfungsi sebagai pusat kegiatan politik dan pemerintahan.

Baca Juga:  Pemprov Jakarta bakal Buka Loker untuk Atasi Jalan Rusak

Statusnya terus mengalami perubahan hingga pada tahun 1966 secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota negara.

Perkembangan kota semakin pesat dengan pembangunan kawasan bisnis, fasilitas akomodasi, serta keberadaan kedutaan besar negara sahabat.

Memasuki abad ke-21, Jakarta berkembang menjadi kota megapolitan dengan berbagai aktivitas perkotaan, keragaman budaya, serta destinasi internasional yang terpusat di wilayah ini.

Lini Masa Perkembangan Jakarta

Perjalanan panjang Jakarta dapat dirunut melalui sejumlah perubahan nama dan status sebagai berikut:

Abad ke-14, wilayah ini dikenal sebagai Sunda Kalapa dan menjadi pelabuhan utama Kerajaan Padjadjaran.

Pada 22 Juni 1527, Pangeran Fatahillah menyerang Sunda Kalapa dan mengubah namanya menjadi Jayakarta.

Pada 4 Maret 1621, Belanda mulai membangun pemerintahan kolonial dengan nama Stad Batavia, yang kemudian berubah menjadi Gemeente Batavia pada 1 April 1905 dan Stad Gemeente Batavia pada 8 Januari 1935.

Selanjutnya pada 8 Agustus 1942, Jepang datang dan mengganti nama Batavia menjadi Jakarta Tokubetsu Shi.

Pada September 1945, wilayah ini menjadi pusat pemerintahan Indonesia dengan nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.

Perubahan nama kembali terjadi pada 28 Maret 1950 menjadi Praj’a Jakarta, lalu pada 22 Juni 1956 dikukuhkan kembali menjadi Jakarta.

Status administratif Jakarta juga mengalami perubahan, mulai dari menjadi Kotamadya Djakarta Raya pada 18 Januari 1958 di bawah Provinsi Jawa Barat, kemudian menjadi Daerah Tingkat Satu pada 1959, hingga berubah menjadi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) pada 1961.

Pada 31 Agustus 1964, Jakarta resmi menjadi ibu kota negara Republik Indonesia.

Perubahan berlanjut pada 31 Agustus 1999 dengan penetapan sebagai pemerintah provinsi dengan status otonomi.

Kemudian melalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 pada 30 Juli 2007, nama DKI Jakarta dikukuhkan sebagai daerah otonomi khusus ibu kota negara.

Baca Juga:  Lebih dari 20 Ribu Warga Meriahkan Malam Perayaan HUT Jakarta di Kota Tua

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending