Connect with us

Kriminal

Bocah Australia Dibunuh Ayah, Sempat Ungkap Pesan Pilu: I Love You, Daddy

Dua bocah Australia tewas dibunuh ayahnya di Bali. Polisi mengungkap kronologi kasus berdasarkan rekaman CCTV.

Logompn

Published

on

Bocah Australia Dibunuh Ayah, Sempat Ungkap Pesan Pilu I Love You, Daddy
Bocah Australia Dibunuh Ayah, Sempat Ungkap Pesan Pilu I Love You, Daddy. Gambar: Dok Ilustrasi Canva

Bali, MPN Indonesia 17 September 2026 - Pembunuhan yang menewaskan dua bocah Australia oleh ayah mereka, SDJ, warga negara Australia, terjadi di sebuah bungalow di Legian, Kuta, Badung, Bali, pada Minggu (13/9).

Polisi mengungkap fakta tersebut setelah menganalisis rekaman CCTV dan memeriksa keterangan istri pelaku.

“Anaknya itu berlari-lari karena dikejar sampai menyampaikan ‘I Love You, Daddy‘ karena takut. Dia mungkin melihat kakaknya yang sudah lebih dulu (dicekik) sama bapaknya,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang pada keterangannya.

Korban terdiri atas dua anak berinisial ADS (7) dan LKS (4).

Berdasarkan analisis CCTV, ADS diduga menjadi korban pertama sebelum pelaku mengejar adiknya.

Bocah Australia Tewas dalam Kasus Pembunuhan di Bali

Polisi mengungkap SDJ terlebih dahulu mencekik ADS.

Setelah itu, ia mengejar LKS yang berusaha menghindar.

Saat dikejar, LKS sempat mengucapkan kalimat, “I love you, Daddy“, kepada ayahnya.

Beberapa saat kemudian, suara anak tersebut tidak lagi terdengar dan polisi menyebut LKS juga meninggal akibat dicekik.

Setelah membunuh kedua anaknya, SDJ mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Perkembangan dari analisis CCTV yang ada dan keterangan dari istri korban, memang diduga bahwa suaminya ini melakukan pembunuhan terhadap kedua anaknya, lalu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” kata Leonardo.

Ketiga korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu (13/9) sekitar pukul 10.14 WITA di dalam bungalow.

Saat ditemukan, SDJ dalam posisi tergantung, sedangkan kedua anaknya berada di lantai kamar.

Riwayat Kecemasan Pelaku Terungkap

Penyelidikan juga mengungkap riwayat kondisi psikologis SDJ berdasarkan keterangan istrinya.

Baca Juga:  Diplomat RI di Peru Tewas Ditembak Tiga Kali saat Bersepeda

Polisi menyebut pasangan tersebut sempat mengalami persoalan rumah tangga pada 2022.

Menurut keterangan istri, rencana perceraian saat itu tidak dilanjutkan karena SDJ memiliki tingkat kecemasan yang tinggi.

Kondisi tersebut disebut pernah membuatnya mengancam bunuh diri.

“Dari keterangan istri bahwa mereka pernah cekcok tahun 2022 dan suaminya ini mempunyai rasa cemas yang tinggi,” kata Leonardo.

Sekitar sebulan sebelum kejadian, SDJ juga disebut pernah mencoba mengakhiri hidupnya.

Percobaan itu dilakukan dengan mengikat leher menggunakan tali atau kabel setrika, tetapi tidak berhasil.

“Bulan lalu istrinya menyampaikan bahwa dari suaminya pernah mencoba melakukan bunuh diri dengan mengunci di kamar dan mengikatkan lehernya di tali ataupun kabel setrika,” ujar Leonardo.

Meski hubungan rumah tangga mereka beberapa kali tidak harmonis, polisi menyatakan dalam waktu dekat sebelum kejadian tidak terdapat pertengkaran antara keduanya.

Saat peristiwa terjadi, istri SDJ diketahui sedang berada di Jakarta untuk menjenguk orang tuanya.

Keberangkatannya disebut tidak berkaitan dengan konflik bersama suaminya.

Polisi Ungkap Tidak Bisa Tindak Lanjut Penyidikan

Kasus hukum dan kriminal ini dipastikan memiliki unsur pidana pembunuhan.

Namun, penyidikan tidak dapat dilanjutkan terhadap pelaku karena telah meninggal dunia.

“Istrinya sudah membuat pernyataan dan meminta tidak dilakukan autopsi, mengingat semuanya jelas ada di CCTV dan dia mengetahui bahwa suaminya mempunyai tingkat kecemasan yang tinggi dan mudah emosi,” kata Leonardo.

(AKM/NID/RAD)

Trending