Connect with us

Internasional

GISB Sangkal Isu Keterlibatannya dalam Kasus Pelecehan 400 Anak di Panti Malaysia

GISB membantah tuduhan terkait pelecehan anak di panti asuhan Malaysia dan menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang.

Actress 1299250

Published

on

GISB Sangkal Isu Keterlibatannya dalam Kasus Pelecehan 400 Anak di Panti Malaysia
Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 September 2024 - Global Ikhwan Services and Business (GISB) dengan tegas membantah keterlibatan dalam kasus dugaan pelecehan anak yang terjadi di sejumlah panti asuhan di Malaysia.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (11/9), GISB menegaskan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam kegiatan ilegal, terutama yang berkaitan dengan eksploitasi atau pelecehan anak-anak.

Penegasan GISB terhadap Tuduhan Pelecehan

Perwakilan GISB menegaskan bahwa perusahaan mereka tidak akan pernah berkompromi dengan kegiatan yang melanggar hukum, apalagi terkait dengan eksploitasi anak-anak.

“Kami membantah tuduhan ini dan menegaskan bahwa perusahaan tidak akan berkompromi dengan kegiatan apa pun yang melanggar hukum, khususnya mengenai eksploitasi anak-anak sebagai pekerja,” ujar perwakilan GISB dalam pernyataan resminya.

Tuduhan ini muncul setelah pihak Kepolisian Malaysia melakukan operasi besar-besaran di 20 panti asuhan di dua negara bagian pada pekan sebelumnya.

Dalam operasi tersebut, 171 orang dewasa, termasuk beberapa ustaz, ditangkap, dan sebanyak 402 anak yang diduga menjadi korban pelecehan seksual berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang.

Kronologi Kasus Pelecehan Anak di Panti Asuhan Malaysia

Menurut Inspektur Jenderal Polisi Razarudin Husain, anak-anak yang diselamatkan diduga telah dieksploitasi dan menjadi korban kejahatan seksual.

Beberapa dari anak-anak ini juga dicurigai telah dipekerjakan secara ilegal oleh pihak yang berwenang.

“Kami yakin 402 anak tersebut adalah anak dari anggota GISB. Mereka dibawa ke panti asuhan sejak lahir, dan di sana mereka mengalami pelecehan,” ujar Razarudin dalam konferensi pers pada Kamis, (12/9).

Sebagai bagian dari langkah perlindungan, pihak berwenang Malaysia telah mulai memindahkan anak-anak korban ke shelter yang lebih aman di beberapa lokasi, seperti di Bukit Beruntung, Cheras, dan Seremban.

Baca Juga:  Tim Pemburu Begal Polda Metro Tembak Dua Pelaku Begal

Dari total 402 anak yang diselamatkan, beberapa di antaranya merupakan penyandang disabilitas dan autisme.

Razarudin menambahkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan investigasi mendalam terhadap tuduhan pelecehan ini, salah satunya wawancara dengan para pengurus panti asuhan dan anak-anak yang menjadi korban.

GISB, yang merupakan perusahaan konglomerat dengan operasi di berbagai negara seperti Malaysia, Timur Tengah, Eropa, dan Asia, menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam menyelesaikan masalah ini.

Perusahaan ini juga menegaskan komitmennya untuk tetap mematuhi hukum dan etika yang berlaku.

Otoritas agama Islam di Malaysia juga ikut memantau kasus kriminal ini dengan ketat.

Mereka menyatakan akan terus mengawasi kegiatan GISB guna memastikan bahwa tidak ada penyimpangan dari ajaran Islam yang terjadi di lingkungan perusahaan tersebut.

Latar Belakang GISB

GISB Holdings didirikan pada tahun 2010 dan memiliki aset yang cukup besar, dengan bisnis yang mencakup supermarket, restoran, toko roti, dan banyak lainnya.

Menurut laporan 2022, GISB memiliki lebih dari 5.000 karyawan dan mengoperasikan 415 bisnis di 20 negara di berbagai benua.

Trending