Connect with us

Kriminal

IRT Dihipnotis dan Dirampok saat Belanja di Pasar Klender

Seorang ibu rumah tangga di Pasar Perumnas Klender jadi korban hipnotis dan perampokan.

Logompn

Published

on

Irt dihipnotis dan dirampok saat belanja di pasar klender
Seorang ibu rumah tangga kehilangan perhiasan Rp15 juta setelah terjebak dalam modus hipnotis di Pasar Perumnas Klender. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 14 April 2025 - Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Maria Magdalena menjadi korban hipnotis dan perampokan saat berbelanja di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, pada Senin (14/4). Insiden ini terjadi saat korban hendak membeli alat tulis untuk keperluan sekolah anaknya.

Korban yang merupakan warga Jalan Bunga Rampai, Malaka Sari, Duren Sawit, dilaporkan kehilangan perhiasan senilai Rp15 juta setelah diajak masuk ke mobil oleh pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat.

Kronologi Kejadian Hipnotis dan Perampokan

Maria Magdalena menjelaskan bahwa saat tiba di kawasan pasar klender, dirinya dihampiri oleh seorang pria berwajah seperti warga keturunan yang menanyakan alamat. 

Pria tersebut kemudian mengajak korban masuk ke dalam sebuah mobil jenis MPV berwarna silver. Tanpa menyadari bahaya, korban mengikuti ajakan tersebut dan masuk ke dalam kendaraan.

“Saya lagi mau belanja untuk kebutuhan anak saya sekolah di Pasar Perumnas, ada laki-laki nanya alamat ke saya, mukanya kaya warga keturunan gitu saya mau aja masuk ke dalam mobil seperti gak sadar gitu,” ujar Maria kepada MPN Indonesia di pos polisi Pondok Kopi, Jakarta Timur pada Senin (14/4).

Di dalam mobil tersebut ternyata sudah ada dua pria lainnya. Mobil berkeliling di sekitar pasar selama beberapa saat. Salah satu pria di dalam kendaraan meminta korban menyerahkan perhiasan yang dipakainya, seperti kalung, cincin, dan anting.

“Salah satu laki-laki meminta perhiasan saya dan melepaskannya, saya seperti nurut aja mereka bilang jangan takut dan memberi saya amplop berisi mata uang asing,” tambah Maria Magdalena.

Baca Juga:  Usai Taufik Hidayat Ditangkap, Dedi Mulyadi: Semoga Dapat Hukuman Setimpal

Kerugian Materiil dan Laporan Polisi

Setelah menyerahkan seluruh perhiasan yang ditaksir senilai Rp15 juta, korban diturunkan tidak jauh dari lokasi pasar. Dalam keadaan bingung dan menangis, Maria kemudian meminta bantuan ojek online untuk diantar ke pos polisi Pondok Kopi. 

Di lokasi tersebut, amplop yang diberikan pelaku dibuka dan diketahui hanya berisi mata uang asing yaitu 5.000 won Korea, yang jika dikonversi ke rupiah hanya setara dengan Rp57.000.

Pihak kepolisian kemudian mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi di Polsek Duren Sawit. Kasus ini saat ini tercatat dalam kategori kasus kriminal yang terjadi di wilayah Jakarta Timur pasca-Lebaran.

Imbauan dari Kepolisian Terkait Kejahatan di Kawasan Pasar

Menyikapi kasus kriminal ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengunjung pasar klender, untuk lebih waspada terhadap orang asing yang mendekati dengan dalih menanyakan alamat atau meminta tolong, terutama jika mengajak ke lokasi yang tidak jelas.

Kejadian ini menambah deretan insiden dalam kategori hukum dan kriminal yang kerap menargetkan ibu rumah tangga sebagai korban.

Peristiwa yang dialami Maria menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap modus hipnotis yang digunakan oleh pelaku perampokan. 

Kepolisian menegaskan pentingnya masyarakat menjaga jarak dari orang asing yang menunjukkan gelagat mencurigakan di ruang publik.

(AKM/NID/RAD)

Trending