Connect with us

Berita

Kepsek di Kalsel Tewas Dibunuh Mantan Kekasih dari Calon Istrinya

Kepala sekolah di Kalsel tewas dibacok oleh mantan kekasih calon istrinya. Polisi ungkap motif cinta segitiga & terus memburu pelaku yang masih buron.

Actress 1299250

Published

on

Kepsek di Kalsel Tewas Dibunuh Mantan Kekasih dari Calon Istrinya
Kepsek di Kalsel Tewas Dibunuh Mantan Kekasih dari Calon Istrinya. Gambar: Dok. Humas Polres HST

Kalimantan Selatan, MPN Indonesia 31 Januari 2025 - Seorang kepala sekolah di Kalimantan Selatan (Kalsel) tewas dibunuh oleh mantan kekasih dari calon istrinya.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (27/1) sekitar pukul 23.00 WITA di Desa Mantaas, Kecamatan Labuanamas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Korban, berinisial BI (49), tewas setelah dibacok oleh pelaku berinisial MA (25), yang merupakan mantan pacar dari RM (22), calon istri korban.

Kasus pembunuhan ini diduga kuat bermotif cinta segitiga, yang melibatkan korban, pelaku, dan calon istri korban.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kapolsek Labuanamas Utara, Ipda Lilik Hendriyanto, kejadian bermula ketika Budi Irawan bertamu ke rumah calon istrinya sekitar pukul 19.00 WITA.

Beberapa jam kemudian, pelaku datang ke warung milik RM dan mengetahui bahwa korban berada di dalam rumah. MA kemudian meneriaki BI untuk keluar rumah.

Meski awalnya enggan, korban akhirnya menuruti permintaan pelaku setelah terus diprovokasi.

Setelah keluar rumah, MA langsung menganiaya BI menggunakan parang.

Korban yang berusaha kabur dikejar oleh pelaku, yang saat itu sudah gelap mata.

Akibatnya, Budi menderita 24 luka bacokan di sekujur tubuhnya. Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.

Sementara itu, korban yang sempat dievakuasi warga ke rumah sakit akhirnya tak tertolong dan dinyatakan tewas.

Motif Cinta Segitiga dan Latar Belakang Pelaku

Kapolsek Labuanamas Utara, Ipda Lilik Hendriyanto, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan ini diduga kuat karena cinta segitiga.

“Motifnya cinta segitiga. Pelaku ditolak ayah RM ketika melamar. Yang diterima justru korban,” kata Lilik.

Pelaku, MA, sebelumnya telah melamar RM, namun lamarannya ditolak oleh ayah RM. Sebaliknya, BI justru diterima oleh keluarga RM sebagai calon suami.

Baca Juga:  KPK Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Sebelum kejadian, korban sempat mengunjungi Ipda Lilik untuk berkonsultasi.

“Korban datang ke Polsek konsultasi kepada saya. Kami sarankan, jika sudah direstui orang tuanya, nikahi saja dan jangan lagi berkunjung ke warung malam hari. Siang hari saja. Kami juga sarankan calon istrinya jangan dulu buka warung. Kalaupun buka, jangan dia yang jaga, cukup anak buahnya saja,” ujar Lilik.

Namun, saran tersebut tidak diindahkan oleh korban, yang akhirnya menjadi korban pembunuhan.

Upaya Penanganan dan Pencarian Pelaku

Setelah kejadian, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan meminta keluarga pelaku untuk menyerahkan MA.

“Kami sudah minta pelaku maupun keluarga pelaku menyerahkan diri saja, daripada nanti ditangkap,” kata Lilik.

Hingga saat ini, pelaku masih dalam pelarian, dan polisi terus berupaya untuk menangkapnya.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Kasi Humas Polres HST, Iptu Akhmad Priadi, yang menyatakan bahwa insiden ini diduga berlatar belakang asmara.

“Iya informasinya korban ini menjabat sebagai kepala sekolah dasar, korban ini ada hubungan dengan wanita (MS) yang statusnya janda,” ucap Priadi.

Peristiwa ini terjadi di warung milik MS, di Desa Banua Kupang, Labuan Amas Utara, pada Selasa (28/1) pukul 02.00 WITA.

Trending