Connect with us

Kriminal

Sopir Bus di Mataram Ditangkap Polisi usai Ketahuan Positif Narkoba

Polresta Mataram dan BNN melakukan tes urine terhadap kru bus di Terminal Mandalika. Satu kondektur dinyatakan positif amphetamine.

Logompn

Published

on

Sopir Bus di Mataram Ditangkap Polisi usai Ketahuan Positif Narkoba
Sopir Bus di Mataram Ditangkap Polisi usai Ketahuan Positif Narkoba, Gambar: Tribrata News NTB

Nusa Tenggara Barat, MPN Indonesia 17 Maret 2026 - Pada Minggu (15/3), seorang kondektur bus dari PO SK dinyatakan positif menggunakan narkotika setelah menjalani tes urine di Terminal Mandalika, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Tes dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram dalam rangka Operasi Ketupat Rinjani 2026.

Pemeriksaan tersebut menyasar 19 orang sopir dan kondektur bus yang melayani angkutan mudik Lebaran.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan kru bus bebas dari pengaruh narkotika dan zat berbahaya demi keselamatan para pemudik.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa satu kondektur dinyatakan positif mengandung zat amphetamine dan methamphetamine, sehingga dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Melalui tes urine ini kita ingin memastikan para sopir maupun kondektur bus yang bertugas mengangkut penumpang benar-benar bebas dari pengaruh narkotika maupun zat terlarang lainnya,” ujar Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, dikutip MPN Indonesia melalui Tribrata News NTB pada Selasa (17/3).

Tes Urine untuk Kru Bus Mudik

Kegiatan tes urine terhadap sopir dan kondektur bus dilaksanakan oleh Polresta Mataram bersama BNN Kota Mataram dengan tujuan menjamin keselamatan penumpang selama arus mudik Lebaran.

Tes dilaksanakan di Terminal Mandalika, Kota Mataram, dan melibatkan 19 orang kru bus.

Menurut Kepala BNN Kota Mataram, Kombes Pol Yuanita Amelia, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan deteksi dini penyalahgunaan narkotika dalam rangka mendukung Operasi Ketupat menjelang arus mudik Lebaran 1447 H.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan keselamatan bagi pemudik. Para pengemudi harus dalam kondisi prima dan bebas dari narkotika,” jelas Yuanita dalam keterangannya.

Baca Juga:  Curhat Lukisannya Raib Dijarah Massa, Sri Mulyani: Lenyap seperti Rasa Aman

AKP Ngurah Bagus Suputra juga menjelaskan bahwa penggunaan narkoba maupun konsumsi minuman keras sangat membahayakan, karena dapat menurunkan konsentrasi saat berkendara.

“Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya karena dapat mengganggu fokus saat mengemudi dan berisiko memicu kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Bagian dari Operasi Ketupat Rinjani 2026

Tes urine tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Operasi Ketupat Rinjani 2026 yang digelar oleh kepolisian untuk mendukung program nasional Mudik Aman, Keluarga Bahagia.

Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama musim mudik Lebaran.

Dalam pelaksanaannya, seluruh sopir dan kondektur bus yang beroperasi di Terminal Mandalika diwajibkan menjalani pemeriksaan.

Dari total 19 orang yang diperiksa, satu kondektur dari PO SK dinyatakan positif menggunakan narkotika golongan I, yaitu amphetamine dan methamphetamine.

Terhadap yang bersangkutan langsung dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

AKP Ngurah Bagus Suputra menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen Polresta Mataram dalam menjaga keselamatan masyarakat.

“Tes urine ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kru bus yang bertugas mengangkut penumpang saat mudik benar-benar bebas dari pengaruh narkotika,” tegasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending