Connect with us

Kriminal

Penemuan Mayat Wanita di Dalam Boks Kontainer Diduga Korban Pembunuhan, Pelaku Masih Remaja

Dua remaja ditangkap polisi setelah jasad wanita ditemukan dalam boks kontainer di Medan Denai, Sumatra Utara.

Logompn

Published

on

Pembunuhan Mayat Wanita Tanpa Busana di Dalam Boks Kontainer, Pelaku Masih Remaja
Pembunuhan Mayat Wanita Tanpa Busana di Dalam Boks Kontainer, Pelaku Masih Remaja. Gambar: Kolase X/dhogasin / X/neVerAl0nely___

MPN Indonesia 12 Maret 2026 - Dua remaja laki-laki masing-masing berinisial SAN (19) dan SHR (19) ditangkap polisi terkait kasus pembunuhan wanita muda yang jasadnya ditemukan tanpa busana di dalam boks kontainer plastik di Jalan Menteng VII, Gang Seroja, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatra Utara, pada Selasa (10/3) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban diketahui berinisial RS, seorang wanita asal Labuhanbatu Utara yang bekerja sebagai penjaga toko HP.

Penemuan jasad korban menggegerkan warga setelah boks berisi mayat diletakkan di pinggir jalan oleh pelaku dengan mengenakan atribut ojek online.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan bahwa penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan hanya beberapa jam setelah penemuan jasad.

SHR ditangkap di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, sementara SAN diamankan di kawasan Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, SAN yang diduga sebagai kekasih korban berperan sebagai pelaku utama, sedangkan SHR bertindak sebagai pengemudi sepeda motor yang mengantar boks berisi jasad korban.

“Sudah diamankan. Masih dalam pengembangan. Sementara masih dua orang, kita masih kembangkan terus. Keduanya memang masih remaja,” ujar Bayu, dikutip MPN Indonesia melalui iNews Medan pada Kamis (12/3).

Korban ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan pakaian.

Jasadnya dibungkus dengan kain seprai bertuliskan merek hotel berwarna merah, kemudian dilapisi karung goni sebelum dimasukkan ke dalam boks plastik berwarna biru bening.

Berdasarkan hasil visum awal, terdapat luka lebam pada tubuh korban yang diduga merupakan bekas penganiayaan.

“Memang ada dugaan tindakan penganiayaan, tetapi kami tidak bisa berspekulasi. Kami berkoordinasi dengan dokter forensik untuk mendalami lebih lanjut,” kata Bayu, Selasa (10/3).

Kronologi dan Ciri-Ciri Penemuan Jasad

Warga di sekitar lokasi kejadian melihat dua pria menggunakan atribut ojek online membawa sebuah boks kontainer dengan sepeda motor.

Baca Juga:  Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Penganiayaan Lansia di Cianjur

Salah satu pelaku terlihat meletakkan boks tersebut di bawah pohon pisang, tidak jauh dari aliran sungai kecil.

Awalnya warga mengira isi boks adalah bangkai hewan atau sampah, namun setelah dibuka diketahui berisi mayat perempuan.

“Awalnya warga melihat dua orang pria membawa boks dengan menggunakan seragam ojek online. Awalnya warga mau mengambil boks tersebut untuk keperluan rumah tangga. Dikira sampah, ternyata mayat,” ungkap seorang saksi bernama Bambang dalam keterangannya.

Setelah penemuan tersebut, warga segera melaporkan ke kepala lingkungan dan pihak kepolisian.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara untuk proses visum lebih lanjut.

Identitas Korban dan Dugaan Awal Kejadian

Korban diketahui berinisial RS, seorang wanita berusia sekitar 20 tahun yang berasal dari Kabupaten Labuhanbatu Utara dan bekerja sebagai penjaga toko ponsel.

Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga meninggal dunia di sebuah kamar hotel dalam keadaan tanpa busana.

Dugaan ini diperkuat dengan temuan kain seprai hotel yang membungkus tubuh korban, yang menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan.

“Sehingga kami menindaklanjuti dan mengembangkan penyelidikan. Tidak ada mutilasi, mayat masih dalam kondisi utuh,” tegas Bayu.

Ia juga menyebut kondisi jasad korban belum kaku saat ditemukan, yang mengindikasikan bahwa korban meninggal tidak lama sebelum jasadnya dibuang.

Tindak Lanjut dan Pengembangan Kasus

Saat ini, penyidik Satreskrim Polrestabes Medan masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku, SAN dan SHR.

Penyelidikan dilakukan untuk mendalami peran masing-masing dan menggali lebih jauh motif di balik pembunuhan tersebut.

Pihak kepolisian juga masih menunggu hasil visum lengkap dari RS Bhayangkara guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Sarang Narkoba di Hotel Jakbar, 14 Orang jadi Tersangka

Dalam proses penelusuran, rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi pembuangan menjadi bukti kunci yang mengarah pada penangkapan pelaku.

Dalam rekaman tersebut, terlihat SHR mengendarai sepeda motor Honda Beat, sementara SAN dibonceng dengan memegang boks kontainer.

Kasus ini termasuk dalam kategori hukum dan kriminal, serta menjadi sorotan dalam catatan kasus kriminal di wilayah Medan, Sumatra Utara.

Polisi terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan motif di balik peristiwa pembunuhan tersebut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending