Connect with us

Entertainment

Terduga Pelaku Pembunuhan Sandy Permana Ditangkap Polisi, Ternyata Sempat jadi Kru Sinetron

Nanang Irawan alias Gimbal, pelaku pembunuhan aktor Sandy Permana, ditangkap oleh polisi. Motif pembunuhan masih diselidiki.

Pexels photo

Published

on

Terduga Pelaku Pembunuhan Sandy Permana Ditangkap Polisi, Ternyata Sempat jadi Kru Sinetron
Terduga Pelaku Pembunuhan Sandy Permana Ditangkap Polisi, Ternyata Sempat jadi Kru Sinetron. Gambar: Kompas.com/Baharudin Al Farisi

MPN Indonesia 16 Januari 2025 - Nanang Irawan alias Gimbal, terduga pelaku pembunuhan terhadap aktor Sandy Permana, berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Sandy Permana, ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Onkoseno Grandiarso, membenarkan kabar tersebut.

“Iya sudah ditangkap,” ujar Onkoseno pada Rabu (15/1).

Ia menambahkan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan di Polda Metro Jaya.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Jasad Sandy Permana ditemukan di kediamannya yang terletak di Perumahan TNI-Polri, Desa Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), terdapat sejumlah luka di tubuh korban, termasuk luka di kepala bagian kiri sepanjang 3 cm, luka di leher kiri belakang telinga sepanjang 4 cm, serta beberapa goresan dan luka robek lainnya.

Nanang Irawan, terduga pelaku yang juga tinggal di kompleks perumahan yang sama dengan korban, diketahui merupakan mantan kru sinetron Tukang Bubur Naik Haji dan Misteri Gunung Merapi 3.

Nanang disebut telah menetap di kompleks tersebut bersama keluarganya selama 13 tahun.

Kesaksian Warga dan Latar Belakang Nanang Irawan

Menurut Ketua RT 05 RW 08, Sudarmaji, Nanang dikenal sebagai sosok pendiam yang jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

“Dia tidak banyak bersosialisasi. Kalau tidak ditanya, dia juga tidak akan bicara,” ungkap Sudarmaji.

Sikapnya yang tertutup membuat Nanang kurang dikenal oleh sebagian besar warga di lingkungan tersebut.

Warga lainnya, Bambang Prayitno, mengungkapkan bahwa Nanang pernah tinggal bersebelahan dengan rumah korban sebelum akhirnya pindah ke gang lain di kompleks yang sama.

Baca Juga:  Pengacara Lady Aurellia Pramesti Siap Laporkan Netizen ke Polisi Terkait Tuduhan Penganiaayan Dokter Koas Unsri

Meski dikenal sebagai pribadi yang baik, sifat pendiam Nanang menjadi ciri khasnya.

“Dia baik, tapi pendiam. Orangnya memang begitu,” kata Bambang.

Sementara itu, istri korban, Ade Andriani, menambahkan bahwa Nanang sering dipanggil “Limbad” oleh warga sekitar karena rambutnya yang gimbal dan tubuhnya yang penuh tato.

“Ciri-cirinya itu kalau kita di sini memanggil dia Limbad, karena rambutnya gimbal, terus orangnya tidak pernah ngomong, badan penuh tato,” kata Ade.

“Dia tertutup, tidak pernah berbicara banyak, dan lebih sering menjaga jarak dengan orang lain,” tambahnya.

Tindakan Hukum dan Penyelidikan Lebih Lanjut

Penangkapan Nanang Irawan oleh tim gabungan aparat hukum menjadi langkah penting dalam pengungkapan kasus ini.

Saat ini, Nanang tengah berada di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Aparat kepolisian masih menyelidiki motif di balik pembunuhan ini, meski belum ada keterangan resmi terkait hal tersebut.

Trending