Connect with us

Berita

Penyewa Tenant Sebut Bandara Halim Perdanakusuma Sepi Pengunjung karena sudah Tak Dikelola Angkasa Pura

Penyewa tenant Bandara Halim keluhkan sepinya pengunjung dan fasilitas minim sejak pengelolaan bandara tidak lagi berada di bawah Angkasa Pura II.

Logompn

Published

on

Penyewa tenant sebut bandara halim perdanakusuma sepi pengunjung karena sudah tak dikelola angkasa pura
Penyewa Tenant Sebut Bandara Halim Perdanakusuma Sepi Pengunjung karena sudah Tak Dikelola Angkasa Pura. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 21 Maret 2025 - Para penyewa tenant di Bandara Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, mengeluhkan penurunan jumlah pengunjung dan buruknya fasilitas sejak pengelolaan bandara tidak lagi berada di bawah Angkasa Pura II.

Keluhan tersebut disampaikan menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, pada Selasa (18/3), oleh sejumlah pelaku usaha yang merasakan dampak langsung dari kondisi tersebut.

Penurunan Omzet dan Pengurangan Pegawai

Hanna, salah satu penyewa tenant, menyatakan bahwa tempat usahanya mengalami penurunan omzet hingga 50 persen jauh sebelum bulan Ramadan dimulai.

Ia menyebutkan bahwa menurunnya jumlah pembeli tidak terkait dengan bulan puasa, melainkan karena jumlah penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma terus menurun.

“Penurunan jumlah pembeli ini sudah lama, dan bukan karena bulan puasa. Jauh sebelum bulan puasa juga sudah turun, 50 persen lah turunnya,” ujar Hanna kepada MPN Indonesia di Jakarta Timur, pada Selasa (18/3).

Akibat kondisi tersebut, Hanna terpaksa mengurangi jumlah karyawan di tempat usahanya. Ia juga mengeluhkan kenaikan biaya sewa yang tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang datang.

Sebagian besar kursi di tempat makan miliknya kini dibiarkan kosong, berbeda dengan situasi sebelumnya saat bandara masih dikelola oleh Angkasa Pura.

“Dulu saat bandara masih dikelola AP (Angkasa Pura), penumpang banyak yang makan. Ibaratnya untuk makan itu harus gantian, antre. Sekarang boro-boro ada yang datang makan,” katanya.

Revitalisasi Tidak Diikuti Kenaikan Jumlah Penumpang

Menurut Hanna, meskipun Bandara Halim Perdanakusuma telah menjalani proses revitalisasi, dampak positifnya terhadap arus penumpang belum dirasakan para tenant.

Baca Juga:  32 Kali Hambat Perjalanan, Warga Diimbau Tidak Main Layangan Dekat Jalur Whoosh

Sejak pengelolaan beralih dari Angkasa Pura II ke PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS), tidak ada peningkatan signifikan pada jumlah penumpang maupun frekuensi penerbangan.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini telah berlangsung selama dua tahun terakhir tanpa solusi konkret dari pihak pengelola. Keluhan yang disampaikan para penyewa pun belum ditanggapi secara serius.

“Kami diminta bayar sewa tepat waktu, kalau tidak diberi sanksi. Tapi penumpang setiap hari nggak ada, pernah satu hari kami hanya dapat uang Rp200 ribu,” tambahnya.

Hanna juga meminta perhatian dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, terhadap situasi yang dialami para penyewa di bandara tersebut.

“Dahulu, penumpang yang datang itu untuk makan saja harus antre, tapi sekarang dari pagi sampai siang saja ada satu pengunjung kami sudah bersyukur. Pak Erick Thohir tolong perhatikan kami,” ujarnya.

Fasilitas yang Tidak Memadai

Keluhan lain disampaikan oleh Evan, penyewa tenant lainnya, yang menyoroti buruknya kondisi fasilitas di Bandara Halim Perdanakusuma.

Ia mencontohkan kerusakan pendingin ruangan di restoran cepat saji yang tidak segera diperbaiki oleh pengelola.

“Toiletnya mampet, sampai hari ini tak juga diperbaiki. Bahkan sebelumnya kondisi AC yang rusak baru diperbaiki enam bulan berikutnya. Kalau begini terus ya pasti pembeli akan kabur,” jelas Evan.

Masalah tersebut dinilai memperburuk kenyamanan pengunjung dan menjadi salah satu alasan menurunnya minat masyarakat untuk berkunjung ke bandara.

Tanggapan Pengelola Bandara

Menanggapi keluhan tersebut, Humas Bandara Halim Perdanakusuma, Hikmat Aswan, mengaku baru mengetahui persoalan yang disampaikan oleh para penyewa tenant.

Ia menyatakan akan mengecek lebih lanjut untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

“Laporan ini perlu dicek dulu sumber dan faktanya, saya baru dengar ini,” katanya.

Baca Juga:  Bikin Geger! Bola Api yang Diduga Meteor Jatuh di Cirebon, Ini Kata BMKG dan BRIN

Situasi yang dialami oleh para penyewa di Bandara Halim Perdanakusuma menunjukkan adanya ketimpangan antara kondisi operasional bandara dengan harapan para pelaku usaha.

Pergantian pengelolaan yang tidak diiringi dengan perbaikan layanan dan fasilitas dinilai menjadi salah satu faktor penurunan aktivitas ekonomi di kawasan bandara.

(AKM/NID/RAD)

Trending