Connect with us

Berita

Polisi Tangkap 1.240 Orang selama Aksi Demo di Jakarta

Kapolda Metro Jaya mengungkap sebanyak 1.240 orang ditangkap oleh pihak kepolisian buntut dari kericuhan yang terjadi di wilayah Jakarta.

Logompn

Published

on

Polisi tangkap 1.240 orang selama aksi demo di jakarta
Polisi Tangkap 1.240 Orang selama Aksi Demo di Jakarta | Gambar: Instagram/@poldametrojaya

MPN Indonesia 2 September 2025 - Sebanyak 1.240 orang ditangkap oleh aparat polisi buntut dari kericuhan yang terjadi di wilayah Jakarta pada akhir Agustus lalu.

Informasi ini disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri usai rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota Jakarta pada Senin (1/9).

Dari total 1.240 orang yang diamankan, Asep mengungkapkan bahwa sebagian besar bukan merupakan warga Jakarta melainkan dari sejumlah wilayah lain.

“Mulai awal kejadian sampai saat ini sudah menangkap sekitar 1.240 ya yang mana mereka berasal dari wilayah luar Jakarta, ada yang dari Jawa Barat, ada yang dari Jawa, dari Banten,” ujarnya saat ditemui wartawan usai rapat.

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Perusakan

Asep menyampaikan bahwa polisi telah mengidentifikasi sejumlah individu yang terlibat dalam aksi perusakan dan penjarahan. Ia menegaskan bahwa tindakan hukum akan segera dilakukan.

“Aksi perusakan atau penjarahan kami sudah mendeteksi, sudah tinggal tunggu saja kami akan melakukan upaya tindakan tegas, penangkapan, mohon doanya semuanya bisa berjalan baik,” katanya.

Pihak kepolisian juga menyatakan telah menerima instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto untuk menindak tegas massa anarkis.

Namun demikian, Asep menambahkan bahwa pihaknya tetap memberikan pengamanan bagi massa yang melakukan demonstrasi dan aksi massa secara damai.

“Bagi yang menyampaikan pendapat secara damai itu adalah tidak bermasalah, tidak masalah, mudah-mudahan ke depan kota Jakarta akan semakin aman damai,” lanjutnya.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen Deddy Suryadi mengungkapkan informasi tambahan bahwa sebagian besar massa yang terlibat dalam kerusuhan berasal dari kalangan pelajar SMA dan STM.

Baca Juga:  Prabowo Jenguk Korban Imbas Ricuh Demo di RS Polri: Saya Merasa Terpanggil

“Massa sekarang ini lebih ke banyak anak-anak SMA maupun STM dan ini juga bagian daripada yang harus saling jaga bersama warga,” ujar Deddy.

Kerugian Infrastruktur Capai Rp55 miliar

Gubernur Jakarta Pramono Anung usai rapat yang sama juga menyampaikan bahwa kericuhan yang terjadi menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas publik milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, dengan total kerugian mencapai Rp55 miliar.

Kerusakan tersebut meliputi infrastruktur Transjakarta sekitar Rp41,6 miliar, infrastruktur MRT sekitar Rp3,3 miliar, serta CCTV dan infrastruktur lainnya:sekitar Rp5,5 miliar.

“Kerusakan infrastruktur MRT sebesar Rp 3,3 miliar. Transjakarta kurang lebih Rp 41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV dan infrastruktur lainnya Rp 5,5 miliar sehingga totalnya Rp 55 miliar,” jelas Pramono.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending