Berita
Profil Lengkap Low Tuck Kwong yang jadi Orang Terkaya di Indonesia per Juli 2025
Begini perjalanan karier Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara Indonesia yang tercatat sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia versi Forbes.
MPN Indonesia 5 Juli 2025 - Low Tuck Kwong tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia per Juli 2025.
Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires List per Sabtu (5/7), Low Tuck Kwong memiliki kekayaan sebesar $27,5 miliar atau sekitar Rp445 triliun.
Kekayaannya mengungguli dua taipan bersaudara, Budi Hartono dan Michael Hartono, yang masing-masing memiliki kekayaan $22 miliar dan $ 21 miliar.
Pencapaian ini menempatkan Low Tuck Kwong di peringkat ke-72 orang terkaya di dunia versi Forbes pada saat ini.
Perjalanan Hidup dan Warga Negara Indonesia
Low Tuck Kwong, pengusaha batu bara yang dijuluki “Raja Batu Bara Indonesia”, menjadi sosok yang dominan dalam daftar tokoh dan figur publik di Indonesia.
Ia lahir di Singapura pada 17 April 1948. Low menempuh pendidikan Teknik Sipil di Japan Institute dan memulai kariernya di perusahaan konstruksi milik sang ayah.
Pada 1992, Low resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan memulai ekspansi besar-besaran dengan mengakuisisi PT Dermaga Perkasa Pratama pada 1998 dan membentuk PT Bayan Resources sebagai induk usaha.
Pada tahun yang sama, ia mengoperasikan terminal batu bara di Balikpapan dan terus mengembangkan infrastruktur perusahaan.
Keberhasilannya tidak hanya tercermin dari kekayaannya yang terus meningkat, tetapi juga dari pengaruhnya di berbagai sektor bisnis, mulai dari pertambangan, konstruksi, energi terbarukan, hingga telekomunikasi.
Perjalanan Bisnis Low Tuck Kwong
Low memulai bisnisnya di Indonesia dengan membangun JSI, yang menjadi pelopor dalam bidang konstruksi fondasi tiang pancang di Indonesia pada era 1980-an hingga 1990-an.
Pria berusia 77 tahun ini telah menjadi figur sentral di dunia bisnis Indonesia sejak memulai kariernya pada usia 20 tahun di perusahaan milik sang ayah, David Low Yi Ngo, di Singapura.
Pada 1972, Low pindah ke Indonesia untuk mengembangkan usaha sendiri. Kemudian di tahun 1973, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan tanah, sipil, dan struktur kelautan.
Melalui JSI inilah Low mulai membangun karier yang kemudian membawanya menjadi orang terkaya di Indonesia.
Pada 1988, JSI melebarkan usahanya ke sektor pertambangan batu bara. Ia membeli tambang batu bara pertamanya pada 1997 melalui PT Gunung Bayan Pratamacoal (GBP), yang kini dikenal sebagai PT Bayan Resources.
“Pada tahun 1988, JSI merambah ke pertambangan batubara kontrak dan menjadi kontraktor tambang terkemuka hingga tahun 1998, saat Dato’ Dr. Low mengakuisisi PT GBP dan PT Dermaga Perkasapratama (DPP),” tulis PT Bayan Resources dalam situsnya, dikutip MPN Indonesia, Sabtu (5/7).
Seiring waktu, Bayan Resources berkembang dan go public pada 2008. Perusahaan ini memiliki fasilitas seperti Terminal Batu Bara Balikpapan, Dermaga Perkasa, Wahana, dan dua Floating Transfer Barges.
Selain itu, Low memegang saham signifikan di berbagai perusahaan seperti Samindo Resources dan Voksel Electric, serta mengendalikan perusahaan energi terbarukan Metis Energy di Singapura.
Investasi di Berbagai Sektor
Selain pertambangan, Low juga memperluas bisnisnya ke sektor telekomunikasi dengan membangun sistem kabel bawah laut melalui SEAX Global yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
Ia juga memiliki saham di PT Voksel Electric sebanyak 329 juta lembar saham atau 7,93 persen.
Dalam bidang perhotelan, Low memiliki The Farrer Park Company yang bergerak di sektor hospitality dan kesehatan, di mana anaknya, Elaine Low, masuk dalam jajaran direksi perusahaan tersebut.
Low dikenal aktif membeli saham perusahaannya sendiri. Pada berbagai kesempatan antara 2021 hingga 2022, ia membeli jutaan lembar saham PT Bayan Resources dengan total nilai triliunan rupiah.
Pada Maret 2022, ia membeli 198,71 juta saham BYAN senilai Rp1,29 triliun. Kepemilikan sahamnya terus meningkat hingga mencapai 2,04 miliar lembar atau 61,18 persen.
Kiprah Sosial dan Lingkungan
Selain fokus pada bisnis, Low juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia membangun Kebun Binatang Gunung Bayan atau Tabang Zoo yang menampung satwa eksotis yang terdampak aktivitas pertambangan.
Kebun binatang ini dapat menampung hingga 6.000 pengunjung per hari dan tercatat memiliki 28 spesies albino, terbanyak di Indonesia.
“Kebun binatang tersebut dibangun untuk menampung hewan liar dengan spesies eksotis yang tergusur akibat aktivitas dekat penambangan batu baranya,” dikutip MPN Indonesia dari Tatler Asia, Sabtu (5/7).
Dalam bidang pendidikan, Low juga memberikan kontribusi dengan mendonasikan dana sebesar Rp50 miliar untuk program beasiswa di Universitas Indonesia.
Dana tersebut disalurkan dalam bentuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk mendukung mahasiswa yang membutuhkan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
