Connect with us

Berita

Hadiri Sarasehan Lingkungan, Aktivis Kali Ciliwung Blak-blakan soal Masalah Sampah yang Tak Pernah Tuntas

Pelopor aktivis Kali Ciliwung, Bang Usman alias Mat Peci, menyampaikan kritik soal penanganan sampah di Sungai Ciliwung.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 05t153448.769
Pelopor aktivis Kali Ciliwung, Bang Usman saat hadiri acara Sarasehan Lingkungan di Padepokan Ciliwung Condet, Sabtu (5/7) | Gambar: MPN Indonesia/Nida

MPN Indonesia 5 Juli 2025 - Pelopor aktivis Kali Ciliwung, Bang Usman yang dikenal dengan sapaan Mat Peci, menyampaikan kritik tajam terhadap penanganan masalah lingkungan, khususnya sampah di Sungai Ciliwung.

Hal itu ia ungkapkan dalam acara Sarasehan Lingkungan yang diselenggarakan oleh PT Pradana Sukses Prima di Padepokan Ciliwung Condet, Jakarta Timur, Sabtu (5/7).

Bang Usman: Pegiat Lingkungan Sebetulnya Orang yang Terkasihani

Di hadapan para peserta sarasehan, Bang Usman menyebut para pegiat lingkungan kerap tidak mendapatkan dukungan yang layak dari pemerintah, terutama saat menghadapi tekanan atau persoalan di lapangan.

Ia menilai keberpihakan pemerintah terhadap pejuang lingkungan masih setengah hati dan lebih bersifat seremonial.

“Temen-temen pegiat lingkungan ini sebetulnya orang yang terkasihani. Kalo dapet prestasi diakui pemerintah. Tapi kalo kita dapat masalah, nggak diadvokasi. Tapi ya, nggak apa-apa,” ujar Bang Usman saat jadi pembicara.

Masalah Sampah di Ciliwung Tak Bisa Selesai jika Hulu Tak Diperbaiki

Dalam kesempatan itu, Bang Usman juga menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan sampah yang dinilainya tidak mengalami kemajuan signifikan selama bertahun-tahun.

Ia menyebut berbagai upaya telah dilakukan oleh para aktivis lingkungan, seperti bersih-bersih Ciliwung, menanam pohon, hingga mengolah sampah, namun dampaknya belum terasa maksimal.

“Masalah sampah udah males bahasnya, abis dari dulu gitu-gitu aja sampai sekarang. Bikin saringan sampah aja salah. Kita protes juga gitu-gitu aja,” ungkapnya.

Ia menilai kegagalan ini dikarenakan persoalan di hulu sungai belum juga diselesaikan. Oleh sebab itu, seberapa besar pun usaha untuk membenahi Ciliwung akan terasa nihil hasilnya jika hulu tak ikut diperbaiki.

Baca Juga:  TPA Galuga Bogor Longsor, Satu Petugas Tewas Tertimbun Sampah

“Ngurusin Ciliwung nggak bisa sepenggal. Harus dari hulu ke hilir. Bukan saya sok-sokan ke hulu, bukan. Tapi sampah dari hulu itu luar biasa,” tegasnya.

“Jadi kalo sampah di Jakarta ga abis-abis, biar kata pasukan oranye ada enam ribu, ya percuma orang dari hulunya masih ngalir,” imbuhnya.

Sindiran untuk Prioritas Pemerintah

Bang Usman juga sempat menyinggung preferensi anggaran pemerintah yang dinilainya lebih fokus pada pembangunan infrastruktur non-lingkungan, seperti sepak bola.

“Kalau menurut saya sih, pemerintah kita masih seneng bikin stadion sepak bola daripada stadion ngolah sampah,” katanya disambut respons dari peserta.

Ia bahkan sempat berkelakar mengenai naturalisasi Timnas Indonesia dari Belanda.

Menurutnya, jika Indonesia tak mampu mengatasi masalah sampah, maka serahkan saja ke Belanda. 

“Sekalian saja ngurusin sampah kasih ke Belanda. Daripada orang-orang kita gak pernah beres,” ucapnya disambut gelak tawa peserta yang hadir.

Acara Sarasehan Lingkungan

Sebagai informasi, acara Sarasehan Lingkungan yang bertema “Sampah Masalah Siapa?” ini melibatkan sejumlah aktivis lingkungan yang berupaya membangun sinergi lintas komunitas untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu hingga hilir.

Di antara aktivis yang hadir adalah aktivis Sungai Ciliwung Bang Kodir, aktivis lingkungan Cawang Bang Fuad, dan perwakilan Laskar Krukut Luhur Bang Reza.

Selain itu, hadir juga penggerak Padepokan Ciliwung Bang Lantur dan Ketua Gerakan Rakyat Jaktim Tri. 

(AKM/NID/RAD)

Trending