Berita
Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Hari Ini
Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi pasukan perdamaian di Lebanon dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Sabtu (4/4).
MPN Indonesia 4 April 2026 - Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi pasukan perdamaian di Lebanon dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Sabtu (4/4).
“Jenazah diberangkatkan dari Beirut pada Jumat 3 April dan dijadwalkan tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu 4 April sore hari,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, kepada wartawan, Jumat (3/4).
Ketiga prajurit TNI itu adalah Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
Berdasarkan rute penerbangan dari Istanbul, Turki, jenazah diperkirakan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.35 WIB.
Disemayamkan di Lanud Halim Perdanakusuma
Setelah tiba di Soekarno-Hatta, jenazah akan dibawa ke Lanud Halim Perdanakusuma untuk disemayamkan sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing untuk dimakamkan secara militer.
Pemulangan jenazah dilakukan melalui rute Istanbul-Soekarno Hatta menggunakan pesawat Turkish Airlines nomor penerbangan TK 056.
Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengatakan ahli waris akan menjemput di Lanud dengan pengawalan Kodim dan Korem.
Menurut dia, inspektur upacara dalam seremonial militer itu adalah Letjen TNI Chandra selaku Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI.
Pangdam dan jajaran terkait juga akan hadir dalam rangkaian penyambutan.
Upacara Penghormatan di Beirut
Sebelum dipulangkan, UNIFIL dan militer Lebanon menggelar upacara penghormatan di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut.
Upacara itu dihadiri antara lain oleh Kepala Misi UNIFIL Mayjen Diodato Abagnara, Deputi Koordinator Khusus PBB Imran Riza, Duta Besar RI untuk Lebanon Dicky Komar, serta perwakilan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Ketiga prajurit TNI itu juga menerima penghargaan anumerta dari PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Wakil Tetap Indonesia untuk PBB Umar Hadi menyatakan duka dan kecaman atas peristiwa itu.
“Kami tidak dapat menerima terbunuhnya penjaga perdamaian tersebut. Ini adalah kehilangan besar bagi Indonesia dan juga kehilangan besar bagi kita semua,” kata Umar.
Ia juga menyerukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan serta pemantauan hasilnya oleh DK PBB.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
