Connect with us

Viral

Bocah 10 Tahun di Halmahera Selatan Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

Seorang anak 10 tahun bernama Affan tewas diterkam buaya saat mandi di Sungai Inggo, Halmahera Selatan. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.

Logompn

Published

on

Bocah 10 tahun di halmahera selatan tewas diterkam buaya saat mandi
Ilustrasi Buaya Makan Daging. Gambar: Ilustrasi Canva

Maluku Utara, MPN Indonesia 18 Desember 2025 - Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Affan tewas diterkam buaya saat mandi di Sungai Inggo, Desa Amasing Kota Barat, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Peristiwa di daerah ini terjadi pada Selasa (16/12) sekitar pukul 16.00 WIT, ketika korban bermain dan berenang bersama dua temannya.

Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan mengatakan, insiden bermula saat korban berada di sungai bersama teman-temannya.

“Informasi yang kami dapat pertama itu korban ini lagi bermain di sungai itu. Terus sementara lagi berenang, tiba-tiba ditarik, diterkam sama buaya yang ada di sungai,” ujar AKBP Hendra dalam keterangannya pada Rabu (17/12).

Dua teman korban yang selamat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat.

Korban Diseret Buaya Saat Mandi

Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Affan diserang buaya saat berada di sungai.

“Namun, naas pada saat berada di sungai tersebut terdapat seekor buaya yang kemudian menerkam korban,” ungkap Iwan.

Usai menerima laporan, Tim SAR dari Unit Siaga SAR Halmahera Selatan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Pencarian Masih Berlangsung

Hingga Rabu (17/12), korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat setempat masih terus melakukan pencarian melalui jalur darat dan sungai.

“Tadi siang informasi yang saya dapat juga masih terus dilakukan pencarian. Tapi belum menemukan korban. Masih tetap terus dicari,” kata AKBP Hendra.

Dalam proses pencarian, tim SAR juga melibatkan pawang buaya dari desa setempat untuk mengantisipasi kemunculan buaya lain.

Baca Juga:  Ngidam, Ibu Hamil Ini Diajak Naik Mobil Damkar Keliling Koja

“Tim SAR gabungan masih terus berupaya melaksanakan pencarian korban di lapangan serta juga melibatkan pawang buaya yang berada di desa setempat,” tutur Iwan Ramdani.

Ia menambahkan bahwa proses pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati karena Sungai Inggo merupakan habitat buaya dan berada di kawasan rawa.

“Tim juga sangat berhati-hati dalam melakukan pencarian mengingat kemunculan buaya lain yang membahayakan keselamatan tim SAR,” jelasnya.

AKBP Hendra menegaskan bahwa kemunculan buaya di lokasi tersebut bukan hal baru bagi warga sekitar.

“Memang di situ kan masih sering muncul buaya-buaya. Masyarakat setempat bilang, ya itu buaya rawa, karena di situ kan rawa-rawa,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending