Connect with us

Viral

Dosen Unpam Lapor Polisi usai Dituding Lakukan Pelecehan Seksual di KRL

Dosen berinisial FHS melaporkan balik dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya usai peristiwa di dalam KRL Commuter Line.

Logompn

Published

on

Dosen Unpam Lapor Polisi usai Dituding Lakukan Pelecehan Seksual di KRL
Dosen Unpam Lapor Polisi usai Dituding Lakukan Pelecehan Seksual di KRL | Gambar: Pixabay

MPN Indonesia 17 Maret 2026 - Seorang dosen Universitas Pamulang (Unpam) berinisial FHS melaporkan balik dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya.

Dugaan pelecehan itu sebelumnya dilaporkan terjadi di dalam KRL Commuter Line relasi Jakarta Kota–Nambo pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 21.01 WIB.

Insiden tersebut terjadi saat kereta melintas di sekitar Stasiun Universitas Pancasila menuju Stasiun Universitas Indonesia.

Menurut Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, kedua pihak saling melapor dan proses penyelidikan masih berlangsung.

“Iya, PPA sudah terima laporan tersebut. Mereka saling lapor, namun masih proses penyelidikan,” kata AKP Made Budi, kepada wartawan, Senin (16/3).

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula ketika korban menaiki KRL Commuter Line No. 1530 dari Stasiun Tebet dengan tujuan Stasiun Cibinong, sementara FHS naik dari Stasiun Tanjung Barat.

Dugaan pelecehan seksual terjadi saat kereta mendekati Stasiun Universitas Indonesia.

“Terduga pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual di dalam Commuter Line. Dan diturunkan di Stasiun Universitas Indonesia oleh petugas dalam kereta berkat laporan dan bantuan pengguna lain,” ujar Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan.

Leza mengatakan bahwa korban dan terduga pelaku dimintai keterangan oleh petugas di stasiun untuk menindaklanjuti insiden tersebut.

Dalam narasi yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa FHS menyentuh bagian pribadi korban sebanyak dua kali hingga korban berteriak.

Respons Universitas Pamulang

Pihak Universitas Pamulang membenarkan bahwa FHS adalah salah satu dosen di institusinya.

“Iya benar, dosen Unpam,” ucap Kabid Humas dan Protokoler Unpam, Muhyiddin Fanda, dikutip MPN Indonesia dari Kumparan.

Ia menyatakan bahwa pihak universitas telah melakukan pembahasan internal menyusul viralnya informasi di media sosial.

Baca Juga:  Driver Ojol di Bandung Barat Jadi Korban Begal, Ditusuk 10 Kali oleh Pelaku

Muhyiddin menegaskan bahwa klarifikasi awal tidak menunjukkan adanya bukti yang mendukung dugaan pelecehan.

“Berdasarkan klarifikasi awal yang kami terima, tidak ditemukan bukti yang mendukung dugaan yang beredar di media sosial,” ujarnya.

“Kami berharap semua pihak dapat menunggu hasil klarifikasi secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi,” tambahnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending