Connect with us

Viral

Pelajar Jepang Mencuri di Bali saat Study Tour, Pihak Sekolah Minta Maaf

Pihak sekolah Jepang menyampaikan permintaan maaf usai empat siswanya kedapatan mencuri dari dua toko di kawasan Ubud, Gianyar, Bali saat study tour.

Logompn

Published

on

Pelajar jepang mencuri di bali saat study tour, pihak sekolah minta maaf
Pelajar Jepang Mencuri di Bali saat Study Tour, Pihak Sekolah Minta Maaf | Gambar: TikTok/@recamnews

Bali, MPN Indonesia 12 Desember 2025 - Empat warga negara (WN) Jepang yang masih berstatus pelajar mencuri 40 kaus dari dua toko di kawasan Ubud, Gianyar, Bali pada Rabu (3/12).

Aksi pencurian tersebut terjadi saat mereka mengikuti study tour dari sekolah Otani Junior and High School, Prefektur Kyoto, Jepang.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Sekolah Otani Junior and High School, Fumio Inui, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui situs resmi sekolah pada Senin (8/12).

Ia mengakui bahwa siswanya telah melakukan pencurian saat kunjungan ke Bali.

“Telah dikonfirmasi bahwa beberapa siswa yang berpartisipasi dalam study tour sekolah kami melakukan pencurian di tempat tujuan. Kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan,” tulis Inui, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (12/12).

Janji Investigasi Kasus

Lebih lanjut, Inui juga mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan masalah serius yang tidak hanya merugikan korban secara langsung, tetapi juga berpotensi mencoreng citra warga Jepang di luar negeri.

Pihak sekolah menyatakan tengah melakukan investigasi internal dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menangani kasus ini.

“Sebagai sekolah, kami menanggapi insiden ini dengan sangat serius. Saat ini kami sedang menyelidiki fakta-fakta dengan cermat dan bekerja sama dengan lembaga terkait untuk mengatasi situasi tersebut,” kata Inui.

Ia juga meminta publik agar tidak menyebarkan spekulasi atau informasi yang belum terverifikasi, termasuk identitas dan foto pelaku, demi mencegah pencemaran nama baik pihak yang terlibat.

“Spekulasi dan penyebaran informasi yang tidak dapat dipercaya di media sosial, memposting nama dan foto asli, dan fitnah dapat lebih merugikan pihak-pihak yang terlibat, jadi kami meminta Anda untuk menanggapi dengan hati-hati,” tutupnya.

Baca Juga:  Momen Bocah di Jaktim Berusaha Gagalkan Aksi Pria yang Mau Jambret Ponselnya

Pencurian Empat Pelajar di Ubud

Sebelumnya, diberitakan bahwa empat pelajar asal Jepang melakukan pencurian di dua toko berbeda di kawasan Ubud, Gianyar, Bali.

Insiden ini terekam dalam sebuah CCTV dan menjadi viral usai diunggah di media sosial, salah satunya Instagram @infojapani pada Minggu (7/12).

Rekaman tersebut memperlihatkan tiga laki-laki berpura-pura melihat baju yang dijual sebelum diselundupkan ke dalam tas.

Mereka juga terlihat beberapa kali menoleh ke luar toko sebelum melanjutkan aksinya.

Kasi Humas Polsek Ubud, Ipda Ida Bagus Palguna menyebutkan bahwa barang yang dicuri berupa 40 kaus dari dua toko berbeda dengan total kerugian salah satu toko mencapai Rp3,6 juta.

Meski telah teridentifikasi, pihak polisi mengalami kendala karena pelaku telah kembali ke negara asalnya.

“Identitas pelaku sementara belum karena keburu pulang. Kami masih terus komunikasi dengan pihak agen, imigrasi, dan konsulat Jepang,” katanya pada Kamis (11/12).

(AKM/NID/RAD)

Trending