Viral
Pemilik Toko di Surabaya Curhat jadi Korban Pungli, Diminta Rp1 Juta untuk Acara HUT RI
Seorang pemilik toko di Surabaya mengaku dipaksa menyumbang hingga Rp1 juta untuk acara HUT RI tanpa bukti resmi, disertai ujaran rasis. Kasus ini viral di media sosial.
Jawa Timur, MPN Indonesia 12 Agustus 2025 - Seorang pemilik toko di Surabaya, Jawa Timur, mengaku menjadi korban pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan untuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI.
Peristiwa terjadi pada Kamis (7/8) sekitar pukul 16.00 WIB dan terekam dalam video yang kini viral di media sosial.
Rekaman menunjukkan tiga perempuan mendatangi toko korban untuk meminta sumbangan sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta, dengan alasan tetangga lain sudah menyumbang jumlah serupa.
“Mereka memaksa saya untuk memberikan sumbangan dengan nominal besar, mulai dari Rp500.000–Rp1.000.000, dengan alasan tetangga lain memberi jumlah tersebut,” tulis korban dalam unggahan video TikTok, dikutip MPN Indonesia dari akun @authenticsby, Selasa (12/8).
Korban mengatakan permintaan dana tidak disertai dokumen resmi dari panitia. Saat ia meminta bukti tertulis, yang diberikan hanya catatan tangan.
Permintaan dokumen asli malah dibalas dengan sikap kasar dan teriakan di dalam toko.
Disertai Ujaran Rasis
Korban juga mengaku mendapatkan hinaan bernuansa rasial.
“Tindakan ini saya anggap sebagai pungli dan premanisme, apalagi disertai ujaran rasis ‘Cino Medit’,” tambahnya.
Merasa dirugikan, korban membagikan kronologi kejadian di media sosial untuk memeringatkan masyarakat agar waspada terhadap modus serupa.
Video Viral dan Reaksi Warganet
Video peristiwa ini telah ditonton lebih dari 387 ribu kali dan menuai 2.307 komentar. Banyak warganet mengecam keras tindakan para pelaku.
Akun @siapaajaabo***** menulis, “Sumbangan 500–1 juta buat agustusan? Hadiahnya apa? Mobil?”
Akun @apasih**** berkomentar, “Yah elah, kasihkan saja apa susahnya. Lagian sedekah kan baik, kalau bisa kasihkan 10 juta soalnya 10 juta tidak membuatmu miskin.”
Ada juga yang menyebut praktik ini sering dialami pemilik usaha.
“Udah gak heran ini, kalau punya toko pasti dipungli, ada saja yang datang minta sumbangan ini itu. Apalagi kalau mau lebaran, pasti minta THR,” tulis akun @mary****.
Belum Ada Respons Resmi
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan pungutan liar tersebut.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
