Connect with us

Viral

Pemobil Diamuk Massa usai Diteriaki Maling oleh Anak Sendiri, Ini Awal Mulanya

Seorang pria di Rejang Lebong diamuk massa setelah diteriaki maling dan tabrak lari oleh anaknya sendiri. Polisi memastikan kasus ini dipicu konflik internal keluarga.

Logompn

Published

on

Pemobil diamuk massa usai diteriaki maling oleh anak sendiri, ini awal mulanya
Pemobil Diamuk Massa usai Diteriaki Maling oleh Anak Sendiri, Ini Awal Mulanya. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@majeliskopi08

Bengkulu, MPN Indonesia 16 September 2025 - Seorang pria bernama BM, warga Desa Air Pikat, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, diamuk massa setelah diteriaki maling dan tabrak lari oleh anak kandungnya sendiri.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu sore (14/9), sekitar pukul 16.20 WIB, dan langsung menyita perhatian warga setelah tersebar di media sosial Instagram @majeliskopi08, Senin (15/9).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, BM saat itu menjemput tiga temannya menggunakan mobil Daihatsu Ayla dengan nomor polisi BD 1587 YA.

Tiga temannya terdiri dari seorang laki-laki berinisial AZ serta dua perempuan, MI dan AY.

Mereka melintas di kawasan Danau Bermanie atau Talang Kering, Kecamatan Curup Utara, dan bertemu dengan DI, anak kandung BM.

Melihat ayahnya bersama dua perempuan, DI diduga tersulut emosi hingga terjadi pertengkaran.

BM kemudian memilih pergi dan menancap gas. DI lantas mengejar sambil berteriak “maling” dan “tabrak lari” yang membuat warga panik.

Mobil BM akhirnya berhasil diberhentikan massa di Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, dan langsung dirusak hingga mengalami kerusakan parah.

Polisi Evakuasi Korban dan Kendaraan

Akibat amukan massa, mobil BM mengalami kerusakan berat, namun ia dan ketiga temannya hanya mengalami luka ringan.

Petugas bersama tokoh masyarakat turun tangan untuk menghentikan aksi kekerasan.

Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, menyampaikan bahwa insiden ini berawal dari konflik internal keluarga yang memicu kesalahpahaman warga.

“Teriakan maling dan tabrak lari dari sang anak membuat warga terprovokasi sehingga melakukan tindakan main hakim sendiri. Saat ini pengemudi dan tiga orang penumpangnya sudah diamankan guna dimintai keterangan, termasuk juga anggota keluarga lainnya,” ujar AKP Sinar.

Baca Juga:  Viral! Pemeran Monster di Karnaval Pekalongan Meninggal Dunia usai Tampil

Imbauan Kepolisian

AKP Sinar mengimbau masyarakat Kabupaten Rejang Lebong agar tidak mudah terprovokasi dan menghindari tindakan main hakim sendiri.

Menurutnya, perbuatan tersebut tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending