Connect with us

Viral

Pengakuan Tukang Balon yang Bunuh Mertua & Aniaya Istri: Saya Tak Dihargai dan Diselingkuhi

Pria berinisial S (42), seorang tukang balon yang sehari-hari bekerja sebagai badut jalanan, mengaku menyesali tindakannya berupa pembunuhan di Mojokerto.

Logompn

Published

on

Pengakuan Tukang Balon Bunuh Mertua di Mojokerto, Kesal Istri Selingkuh dan Merasa Tak Dihargai
Pengakuan Tukang Balon yang Bunuh Mertua & Aniaya Istri: Saya Tak Dihargai dan Diselingkuhi. Gambar: Instagram/@polres_mojokerto

MPN Indonesia 10 Mei 2026 - Pria berinisial S (42), seorang tukang balon di Mojokerto yang sehari-hari bekerja sebagai badut jalanan, mengaku menyesali tindakan pembunuhan yang dilakukannya.

Peristiwa itu terjadi di rumah kontrakannya di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/5).

Ia diketahui menghabisi nyawa ibu mertuanya dan menganiaya istrinya berinisial SW (35).

Aksi tersebut dipicu konflik rumah tangga yang disebutnya berkaitan dengan dugaan perselingkuhan dan rasa tidak dihargai sebagai suami.

Pelaku: Istri Saya Selingkuh, Pak

Saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Mojokerto, ia menyampaikan pengakuan di hadapan penyidik terkait motif tindakannya.

“Istri saya selingkuh Pak, sebenarnya saya sudah tahu sejak lama cuma saya ikuti alurnya. Tapi semakin dibiarin malah seperti itu,” ujar S di hadapan penyidik, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @polres_mojokerto, Minggu (10/5).

S juga mengungkapkan perasaan sakit hati yang dipendam dalam rumah tangganya, termasuk saat dirinya merasa tidak dihargai meski bekerja setiap hari.

“Kok (korban) enggak lihat saya kerja, bawa anak kecil hujan-hujanan sampai panas kepanasan. Saya sering jalan (berjualan) dari Mojosari sampai ke rumah, anak juga ikut karena tidak ada yang merawat,” terangnya.

Terpaksa Bawa Anak Berjualan

S yang bekerja sebagai badut jalanan sekaligus tukang balon dan penjual mainan anak mencari nafkah di sepanjang jalur Bangsal–Mojosari. Ia mengaku penghasilannya tidak menentu.

Dalam sehari, ia kadang hanya memperoleh Rp4.000 hingga Rp25.000. Namun pada kondisi tertentu saat ramai, ia pernah mendapatkan Rp300.000–Rp400.000 dalam sehari.

Ia juga mengungkapkan harus berjalan kaki puluhan kilometer sambil mendorong sepeda ontel dan membawa anaknya yang masih berusia 3 tahun ketika berjualan.

Baca Juga:  Viral! Pengantin Pria di Sulteng Dikeroyok Keluarga Istri, Diduga karena Mahal Kecil

Menurutnya, hal itu dilakukan karena sang istri tidak mau mengurus anak apabila kebutuhan rumah tangga belum terpenuhi.

“Istri mau momong kalau semua kebutuhan ekonomi sudah dipenuhi,” jelasnya.

Menyesali Perbuatannya

Meski mengemukakan berbagai alasan yang melatarbelakangi tindakannya, S menyatakan penyesalan atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa ibu mertuanya dan menyebabkan istrinya mengalami luka.

“Saya menyesal, saya kepikiran anak yang masih kecil,” tutupnya.

Ia juga mengaku sangat mencintai istrinya.

(AKM/NID/RAD)

Trending