Connect with us

Viral

Polisi Buka Suara soal Ramainya Penipuan WO Ayu Puspita, Sebut Korbannya dari Bekasi hingga Cileungsi

Ratusan korban gerebek pemilik WO Ayu Puspita di Jakarta Timur. Polisi lakukan mediasi, kumpulkan bukti, dan kasus kini ditangani Polda Metro Jaya.

Logompn

Published

on

Polisi buka suara soal ramainya penipuan wo ayu puspita, sebut korbannya dari bekasi hingga cileungsi
Polisi Buka Suara soal Ramainya Penipuan WO Ayu Puspita, Sebut Korbannya dari Bekasi hingga Cileungsi. Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@alfiannurrizal.id

MPN Indonesia 9 Desember 2025 - Kepolisian mengonfirmasi adanya penggerebekan terhadap pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita oleh sejumlah kliennya yang diduga menjadi korban penipuan.

Aksi tersebut berlangsung pada Minggu sore (7/12) di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur, dan kini kasusnya ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Kapolres Turun Tangan Redakan Ketegangan

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol. Alfian Nurrizal hadir langsung di lokasi untuk menenangkan situasi yang kian memanas.

“Sekitar 200 orang yang merupakan para korban berkumpul di kediaman terduga pelaku. Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban dari pihak wedding organizer,” ujar Kapolres Kombes Pol. Alfian di hadapan awak media, Minggu (7/12).

Para korban tidak hanya menuntut penjelasan, tetapi juga meminta pengembalian dana.

Sebagian dari mereka mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Situasi di lokasi pun semakin tegang seiring bertambahnya massa yang berdatangan.

Melihat jumlah massa yang terus meningkat, Kombes Pol. Alfian Nurrizal segera mengambil langkah cepat.

Ia hadir langsung di lokasi untuk menengahi dan memastikan kondisi tetap aman.

“Kami melakukan proses mediasi untuk meredam emosi warga serta mencegah potensi tindakan anarkis,” ujarnya.

Korban Berasal dari Berbagai Daerah

Dalam laporan terpisah, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, akhirnya angkat bicara mengenai penggerebekan terhadap pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita yang dilakukan sejumlah kliennya.

Penggerebekan tersebut terjadi setelah Ayu Puspita diduga menipu para pelanggan terkait layanan acara yang mereka pesan.

Insiden yang berlangsung pada Minggu (7/12) sore itu kini berujung pada penanganan oleh Polda Metro Jaya.

Baca Juga:  Dosen Unpam Lapor Polisi usai Dituding Lakukan Pelecehan Seksual di KRL

Edy membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa para korban berasal dari berbagai daerah, mulai dari Cileungsi, Bogor, Cimanggis, hingga Bekasi.

“Memang betul kejadian itu. Korbannya banyak. Ada yang dari Cileungsi, Bogor, Cimanggis, Bekasi dan ada juga yang datang ke sini (Polsek Cipayung). Karena sudah ada laporan di Polda, korban-korban itu langsung diarahkan ke Polda Metro,” ujarnya, Senin (8/12).

Ia menjelaskan bahwa penggerebekan tidak dilakukan oleh pihak kepolisian, melainkan langsung oleh para korban yang mendatangi kediaman Ayu Puspita dan membawanya ke Polda Metro Jaya.

“Minggu sore digerebek banyak orang. Terus dibawa ke Polda langsung. Saya sempat tanya ke piket apakah penggerebekan dilakukan Polsek, tapi ternyata bukan dari kami,” ujarnya.

Proses Mediasi dan Pengumpulan Bukti oleh Polisi

Dalam upaya menenangkan situasi, pihak kepolisian melakukan mediasi dan meminta perwakilan korban menyerahkan bukti pembayaran, perjanjian layanan, serta komunikasi dengan WO.

Kapolres menyatakan bahwa kasus akan diproses sesuai dengan hukum apabila terbukti ada unsur pidana.

“Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku. Para korban diminta membuat laporan resmi agar kasus ini bisa ditangani dengan prosedur yang tepat,” kata Kapolres Alfian.

Polsek Cipayung menyebut tidak mendampingi saat massa membawa pelaku ke Polda Metro karena jumlah korban yang datang mencapai sekitar 20 orang dan mereka langsung memilih membawa kasus ini ke tingkat Polda.

“Dari Polsek tidak mendampingi karena posisi korban itu ada 20 orang. Mereka bilang, ‘Pak, saya bawa aja’. Ya sudah diarahkan langsung ke Polda. Karena LP-nya juga sudah dibuat di sana,” terang Iptu Edy.

Modus Penipuan

Berdasarkan keterangan para korban, WO Ayu Puspita tidak hadir pada hari pelaksanaan pernikahan meskipun pembayaran telah dilakukan penuh sebelumnya.

Baca Juga:  Geger! Kakek 80 Tahun Cabuli Kakek 70 Tahun di Tasikmalaya, Korban Diduga Dihipnotis

“Menurut korban-korban yang ditipu, saat sudah mau pelaksanaan, orangnya tidak ada. Itu yang menjadi dasar laporan-laporan yang masuk,” ujar Iptu Edy Handoko.

Sejumlah korban mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Layanan yang dijanjikan tidak diberikan, dan komunikasi dengan pihak WO menjadi sulit.

Beberapa korban sebelumnya hanya mendapat janji tanpa kepastian, sementara layanan seperti dekorasi, katering, hingga dokumentasi tidak disediakan saat hari pernikahan.

Polisi Imbau Proses Hukum Ditempuh

Melihat eskalasi massa dan potensi kericuhan, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan menyerahkan penanganan kasus pada proses hukum yang berlaku.

“Kami memahami situasi ini sensitif, tetapi proses hukum harus tetap ditempuh. Kami minta semua pihak menahan diri,” ujar Kombes Alfian.

Petugas masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan tindakan lanjutan dari massa.

Sementara itu, laporan tambahan dari korban terus berdatangan dan saat ini tengah didalami oleh pihak kepolisian.

(AKM/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga12 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita32 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita39 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending