Connect with us

Berita

Ratusan Siswa SMK YKTB Bogor Geruduk Polsek Ciomas, Tuntut Keadilan untuk AF

Ratusan siswa SMK YKTB Bogor tuntut hukuman berat bagi pelaku pembunuhan AF. Aksi damai ini apresiasi pada polisi yang tangkap pelaku dengan cepat.

Actress 1299250

Published

on

Ratusan Siswa SMK YKTB Bogor Geruduk Polsek Ciomas, Tuntut Keadilan untuk AF
Ratusan Siswa SMK YKTB Bogor Geruduk Polsek Ciomas, Tuntut Keadilan untuk AF. Gambar : bogorupdate.com

MPN Indonesia 3 Desember 2024 - Ratusan siswa SMK YKTB Bogor menggeruduk Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/12/2024).

Mereka menuntut hukuman berat bagi HS (29), tersangka kasus kriminal yang menewaskan rekan mereka, AF (19).

Peristiwa tragis ini terjadi saat transaksi jual beli handphone dengan sistem COD (Cash on Delivery) pada Jumat (29/11/2024).

Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi, menyebut kedatangan para siswa dilakukan secara spontan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Para siswa datang untuk mengapresiasi kerja keras jajaran Polres Bogor yang berhasil menangkap pelaku pembunuhan rekan sekolah mereka,” ujar Iwan kepada wartawan, Selasa (3/12/2024).

Latar Belakang Kasus Pembunuhan

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di wilayah hukum Polsek Ciomas, Kabupaten Bogor. Pelaku berinisial HS diketahui terlibat dalam pembunuhan berencana yang menewaskan AF.

Setelah sempat melarikan diri, HS ditangkap aparat Polres Bogor pada Minggu (1/12/2024) di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat.

Kompol Iwan menjelaskan bahwa pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 338, 340, 365, dan 351 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal-pasal tersebut meliputi tindak pembunuhan berencana, pencurian dengan kekerasan, serta penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

HS menghadapi ancaman hukuman maksimal, termasuk penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Aksi Damai Siswa SMK YKTB

Ratusan siswa SMK YKTB yang mendatangi Polsek Ciomas turut didampingi oleh Satgas Pelajar Kota Bogor. Aksi mereka bertujuan memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas penangkapan cepat terhadap pelaku.

“Kami menerima kedatangan siswa dengan baik. Mereka menunjukkan kepedulian terhadap teman yang menjadi korban,” ungkap Iwan.

Baca Juga:  Geger! Usai Bayar Muncikari, Kapolres Ngada Unggah Video Hubungan Intim ke Situs Porno Australia

Dalam dialog yang berlangsung di Polsek Ciomas, pihak kepolisian memberikan penjelasan terkait proses hukum yang sedang berjalan.

Polisi juga mengimbau para siswa untuk tetap menaati aturan hukum, berhati-hati dalam perjalanan, dan menghindari tindakan kriminal. Setelah menyampaikan apresiasi, para siswa membubarkan diri secara tertib.

Dukungan untuk Penegakan Hukum

Tindakan para siswa ini dianggap sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap proses penegakan hukum. Kompol Iwan menegaskan bahwa kasus ini akan diproses sesuai prosedur yang berlaku, tanpa kompromi.

“Pelaku sudah berada dalam tahanan Polsek Ciomas dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam transaksi jual beli online, khususnya dengan metode COD. Kepolisian terus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan memastikan keamanan dalam setiap transaksi.

Tuntutan Hukuman Maksimal

Tuntutan hukuman maksimal terhadap HS menjadi sorotan utama dalam aksi damai tersebut. Para siswa berharap proses hukum berjalan adil sehingga pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.

Peristiwa ini juga diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam bertransaksi secara langsung.

Trending