Connect with us

Berita

Rumah Korban Pembunuhan Penjual Gorengan Dijadikan Lokasi Wisata

Rumah korban pembunuhan Nia Kurnia Sari di Padang Pariaman dikunjungi banyak warga yang mengabadikan momen seperti tempat wisata.

Pexels photo

Published

on

Rumah Korban Pembunuhan Penjual Gorengan Dijadikan Lokasi Wisata
Rumah Korban Pembunuhan Penjual Gorengan Dijadikan Lokasi Wisata. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Tiktok/@lenimarzalenamarz

MPN Indonesia 15 November 2024 - Rumah Nia Kurnia Sari, seorang penjual gorengan yang menjadi korban pembunuhan di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, kini banyak dikunjungi warga bak tempat wisata.

Momen Kunjungan Warga ke Rumah Nia

Fenomena ini pertama kali tersebar melalui unggahan di platform X oleh akun @sanhualangc pada (13/11).

Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menyatakan keresahan atas aktivitas yang dianggap tidak pantas di rumah almarhumah Nia.

Unggahan itu juga menyoroti video-video di TikTok yang memperlihatkan berbagai kegiatan pengunjung di lokasi kejadian.

Salah satu aktivitas yang disorot adalah penjualan stiker bergambar Nia.

Seorang pengguna X menyarankan agar hasil penjualan disalurkan kepada keluarga korban.

Namun, penjual stiker tersebut mengklaim bahwa keuntungan dialokasikan untuk anak yatim dan kucing jalanan.

Selain itu, sejumlah pengunjung dilaporkan melampaui batas dengan berdoa di lokasi penemuan jasad Nia, meskipun area tersebut telah dipasangi garis polisi.

Beberapa pengunjung bahkan menjadikan lokasi tragedi sebagai bahan siaran langsung di media sosial, memicu reaksi keras dari warganet.

Kritikan Warganet

Warganet ramai-ramai mengecam fenomena ini, menyebutnya sebagai bentuk eksploitasi yang tidak menghormati tragedi.

Salah satu pengguna X berkomentar,

“Ngelayat itu wajar, tapi masuk ke kamar korban atau berdoa di lokasi jasad ditemukan jelas tidak pantas. Parahnya lagi, ada yang membuat tugu di sana,” tulis salah satu netizen.

Ada juga netizen lain yang mengomentari bahwa rumah Nia Kurnia Sari seperti tempat wisata, banyak dikunjungi warga. Bahkan, banyak warga yang mengabadikan momen tersebut dan memviralkannya di media sosial.

Baca Juga:  Bareskrim Bongkar Sindikat LPG Oplosan di Bali, Raup Keuntungan hingga Rp3,3 Miliar

“Fomo banget orang-orang ajgg rumah korban malah kaya dijadiin tempat wisata gini, ini klo sampe dijadiin film juga udah ga heran sih,” tulis salah satu netizen X.

Rencana Pengangkatan Kasus ke Layar Lebar

Tragedi yang menimpa Nia juga menarik perhatian sutradara Aditya Gumay.

Dalam unggahan media sosialnya pada (28/10), Aditya menyatakan rencananya untuk mengadaptasi kisah Nia ke layar lebar.

Ia mengaku telah melakukan riset mendalam selama empat hari di Kayu Tanam, termasuk berdiskusi dengan keluarga korban, guru, hingga pelaku kasus kriminal tersebut.

Aditya menyebut film ini akan dikemas dalam bentuk drama inspiratif.

Ia juga berencana menyumbangkan sebagian hasil dari film tersebut untuk membangun rumah Tahfiz Quran atas nama Nia, dengan persetujuan keluarga.

Pihak keluarga korban, dalam wawancara pada Rabu (6/11), menyatakan dukungannya terhadap proyek film tersebut.

Mereka berharap karya ini dapat menonjolkan perjuangan hidup Nia dan menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Kronologi Kasus Pembunuhan

Kasus kriminal yang mengguncang Padang Pariaman ini bermula pada (7/9), ketika Nia tidak kembali ke rumah setelah berjualan gorengan di Nagari Guguak.

Keluarga yang khawatir segera memulai pencarian, hingga menemukan gorengan dan hijab hitam milik Nia di semak-semak.

Keesokan harinya, warga menemukan gundukan tanah mencurigakan di area perkebunan.

Setelah digali, jasad Nia ditemukan dalam kondisi tragis, yang langsung dilaporkan kepada pihak berwajib.

Trending