Connect with us

Viral

Sejumlah Wanita Ngaku Diduga jadi Korban TH sebelum Kasus Penyekapan di Bandung Terungkap

Kasus penyekapan perempuan di Bandung berkembang setelah muncul klaim korban lain yang mengaku pernah mengalami kekerasan oleh TH.

Logompn

Published

on

Sejumlah Wanita Ngaku Diduga jadi Korban TH sebelum Kasus Penyekapan di Bandung Terungkap
Sejumlah Wanita Ngaku Diduga jadi Korban TH sebelum Kasus Penyekapan di Bandung Terungkap. Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 23 Juni 2026 - Sejumlah perempuan mengaku menjadi korban dugaan kekerasan yang dilakukan pria berinisial TH dalam kasus yang viral di Bandung, Jawa Barat.

Pengakuan ini muncul setelah terungkapnya kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29), yang diduga berlangsung dalam waktu lama.

Dalam pengakuan yang beredar, salah satu perempuan menyatakan dirinya telah menjadi korban sebelum kasus penyekapan YTR terungkap.

“Saya juga korban 3 tahun lalu sebelum dia bersama korban yang sekarang,” tulisnya, dikutip MPN Indonesia melalui akun Instagram @sultansahbanaiman pada Selasa (23/6).

Pola Dugaan Kekerasan

Pengakuan tersebut mengungkap dugaan pola kasus kriminal serupa yang dilakukan oleh pelaku yang sama.

“Dulu saya disiksa di sebuah penginapan di Garut, terus saya dipaksa harus mengikuti sex semaunya dia. Tanpa saya dikasih makan dan minum,” ungkapnya.

“Terus pas pulang di jalan saya lapar minta beli cuanki, dan ya beli cuanki pun saya pakai duit sendiri, dan terakhir pas saya ga gubris WA dia, saya dianjing-anjingin dan dikatain sama dia,” lanjutnya.

Korban itu menyebut pelaku memiliki kemampuan membangun kedekatan dengan korban sebelum melakukan dugaan penyekapan dan penganiayaan.

“Dia memang jahat, dia bagus cara mengancam, dia pintar berbicara. Dia dulu saat kenal dengan saya aslinya gemuk. Dia bertato di punggungnya,” jelasnya.

Korban juga mengaku sulit melawan pelaku saat mengalami pelecehan seksual

Perempuan lain mengaku pernah berkenalan dengan pelaku melalui Facebook dan berlanjut ke WhatsApp.

“Sebelumnya ga tau dia siapa tapi dia ngakunya temennya temen aku jadi aku balas chat dia. Dan lebih kaget lagi ternyata dia tinggal cuma beda dusun aja,” ujar perempuan tersebut.

Baca Juga:  Diperiksa Kejagung 9 Jam, Ahok Kaget dengan Data Dugaan Korupsi Pertamina

Secara tiba-tiba pelaku mengatakan ingin main ke rumahnya dan diizinkan karena tidak ada pemikiran negatif pada awalnya.

Tidak lama berselang pelaku ingin menumpang ke toilet tetapi tidak diizinkan yang kemudian direspons dengan marah dan emosi.

Beberapa saat setelah hari itu pelaku mengajaknya untuk menjadi pacar dan ditolak.

“Tiap hari tiap saat dia terus aja nelpon dan VC, aku ga angkat. Eh dia malah ngamuk dang ngata-ngatain aku, mencaci-maki aku,” ungkapnya.

“Akhirnya aku blokir nomor dia dan semua sosmed dia karena aku takut, seumur-umur ga pernah digituin sama orang,” pungkasnya.

Pernyataan Korban Penyekapan dan Penganiayaan

Dalam kasus utama, YTR menjadi korban dugaan penyekapan dan penganiayaan yang terjadi dalam jangka waktu panjang.

Ia mengaku tidak dapat keluar dari tempat tinggalnya selama bertahun-tahun.

“Selama 2 tahun gak bisa keluar kosan karena sudah gak bisa lihat. Jadi kalau misalkan disiksa, terus saya mengeluarkan suara sama dia disiksa lagi,” tutur YTR, dikutip MPN Indonesia melalui Kompas.com.

YTR juga menjelaskan aktivitas pelaku yang bekerja sebagai penagih utang.

“Dia kan kerjanya debt collector, kalau dia pergi nagih ke konsumen, saya disuruh tidur. Kalau ikut, disuruh pakai masker,” ucapnya.

Kondisi Korban

Dalam kesehariannya, korban mengaku mengalami pembatasan makan dan tekanan selama bersama pelaku.

“Dipaksa untuk pakai tato sama dia, kalau makan sehari cuma satu kali, itu juga kalau saya makan sendiri,” jelasnya.

Selain itu, korban juga mengungkap kekerasan fisik dan seksual yang dialaminya.

“Saya sering dipukul. Pertama mata dulu, terus telinga, kaki, sama bedog (golok),” kata YTR.

Akibat tindakan tersebut, kondisi fisik korban mengalami kerusakan serius, termasuk kehilangan penglihatan dan luka di beberapa bagian tubuh.

Baca Juga:  Dalang Penculikan dan Pembunuhan Kacab BRI Ternyata Punya Bisnis Aplikasi Bimbel Online

Hingga saat ini, terduga pelaku masih dalam pencarian aparat penegak hukum.

Kepolisian menyatakan proses penyidikan terus berjalan, termasuk penelusuran pergerakan pelaku yang disebut sering berpindah tempat.

Sementara itu, klaim dari sejumlah perempuan yang mengaku sebagai korban tambahan masih menunggu verifikasi resmi dalam proses hukum yang berlaku.

(AKM/NID/RAD)

Trending