Viral
Viral di Sosmed! Guru Yoga asal Indonesia Kenalkan Kerokan dan Masuk Angin di New York
Pelatih yoga asal Indonesia memperkenalkan kerokan dan konsep masuk angin kepada komunitas yoga di New York melalui kelas yoga dan unggahan media sosial.
MPN Indonesia 18 Desember 2025 - Seorang pelatih yoga asal Indonesia memperkenalkan praktik kesehatan tradisional berupa kerokan serta konsep masuk angin kepada komunitas yoga di New York, Amerika Serikat.
Momen tersebut dibagikan melalui unggahan akun Instagram @thatsannette pada Rabu (10/12) dan menarik perhatian karena membawa budaya kesehatan Indonesia ke ruang yoga internasional.
“Aku nostalgia ke masa kecilku dan berhasil meyakinkan teman-teman yogaku untuk saling mengerok punggung pakai koin 🤭 Aku suka mengenalkan budaya Indonesia ke semua orang,” tulis Annette dalam caption unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (18/12).
Dalam video tersebut, Annette juga menuliskan keterangan, “POV: Kamu orang Indonesia yang lagi ngajarin teman internasional tentang masuk angin dan kerokan (menggosok punggung pakai koin).”
Penjelasan Konsep Masuk Angin dalam Kelas Yoga
Melalui kelas yoga yang digelar di salah satu studio di New York, Annette menjelaskan bahwa masuk angin merupakan istilah yang umum digunakan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan kondisi tubuh yang tidak fit.
Ia menyebutkan gejala yang sering dirasakan, seperti badan pegal, perut kembung, mual, pusing, dan meriang.
Annette juga menjelaskan bahwa meskipun istilah masuk angin tidak dikenal dalam dunia medis Barat, gejala-gejala tersebut bersifat umum dan dapat dialami siapa saja.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap dipicu oleh kelelahan, perubahan cuaca, serta kurang istirahat, sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.
Demonstrasi Kerokan di Hadapan Peserta
Setelah sesi yoga selesai, Annette memperagakan langsung praktik kerokan kepada para peserta.
Ia menggunakan minyak dan koin untuk mengerok area punggung, leher, dan bahu.
Demonstrasi tersebut sempat menimbulkan keraguan karena munculnya garis merah pada kulit.
Namun, Annette menjelaskan bahwa bekas tersebut bukanlah memar atau cedera.
Ia menyampaikan bahwa kerokan dipercaya dapat membantu melancarkan peredaran darah dan memberikan rasa hangat pada tubuh, serta telah dipraktikkan secara turun-temurun di Indonesia.
Respons Komunitas Yoga Internasional
Dalam video yang diunggah di media sosial, terlihat sejumlah peserta akhirnya mencoba saling mengerok satu sama lain setelah memahami proses dan tujuannya.
Antusiasme muncul ketika mereka mengetahui bahwa bekas kerokan merupakan bagian dari praktik tersebut.
Annette menyampaikan bahwa pengenalan kerokan dan masuk angin bertujuan membuka pemahaman lintas budaya tentang cara menjaga kesehatan.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan tradisional dapat berjalan berdampingan dengan metode medis modern.
Budaya Kesehatan Indonesia di Panggung Global
Minat terhadap pengobatan alternatif di Amerika Serikat terus berkembang, termasuk praktik kesehatan dari Asia seperti akupunktur dan meditasi.
Dalam konteks tersebut, kerokan menjadi pengalaman baru bagi komunitas yoga di New York.
Aksi Annette mendapatkan respons positif dari warganet Indonesia maupun internasional.
Sejumlah netizen Indonesia menyampaikan kebanggaan karena praktik kerokan dan konsep masuk angin diperkenalkan ke tingkat global sebagai bagian dari diskusi kesehatan dan kebugaran lintas budaya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
