Connect with us

Viral

Viral! Penghulu Zidni Ilmi Kuasai Tiga Bahasa untuk Nikahkan Pengantin

Penghulu KUA Setiabudi, Muhammad Zidni Ilmi, viral setelah memimpin akad nikah dengan tiga bahasa Indonesia, Inggris, dan Jerman.

Logompn

Published

on

Viral! Penghulu Zidni Ilmi Kuasai Tiga Bahasa untuk Nikahkan Pengantin
Viral! Penghulu Zidni Ilmi Kuasai Tiga Bahasa untuk Nikahkan Pengantin. Gambar: Kolase Instagram/@khoirula6_86

MPN Indonesia 4 Februari 2026 - Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Muhammad Zidni Ilmi, viral setelah video dirinya memimpin prosesi akad nikah menggunakan tiga bahasa.

Peristiwa itu terjadi saat Zidni menikahkan pasangan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Anggita dengan seorang pria berkewarganegaraan Jerman bernama Jan.

Video tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadi Zidni @mzilmi pada Sabtu (31/1).

Dalam prosesi akad nikah tersebut, penghulu KUA Setiabudi itu menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, dan Jerman sebelum ijab kabul dilaksanakan.

Penggunaan tiga bahasa dilakukan untuk menyesuaikan dengan latar belakang mempelai pria serta keluarga yang hadir langsung dari Jerman.

Viralnya video tersebut menyoroti kemampuan Zidni Ilmi sebagai penghulu di kantor urusan agama yang menguasai lebih dari satu bahasa asing.

Pengalaman Zidni jadi Penghulu

Zidni Ilmi merupakan lulusan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Selama bertugas sebagai penghulu, ia mengaku telah menikahkan berbagai pasangan, termasuk pasangan Indonesia dengan warga negara asing dari Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika.

Pengalaman tersebut disampaikan Zidni saat menjadi bintang tamu dalam acara Rumpi No Secret pada Selasa (3/2).

Dalam acara tersebut, Zidni menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa Jerman yang ia gunakan saat menikahkan Jan diperoleh melalui kursus. Ia mengatakan,

“Kalau Jerman sih kursus karena sesuai pengantinnya,” ujar Zidni dalam wawancaranya bersama Feni Rose, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (4/1).

Zidni juga menyebut proses belajar bahasa tersebut dilakukan secara bertahap.

“Belajar sedikit-sedikit, pembukaannya,” ujarnya.

Terkait penguasaan bahasa Inggris dan Arab, Zidni menjelaskan bahwa keduanya telah ia pelajari sejak lama.

Baca Juga:  Viral! Nenek di Palembang Tagih Bantuan Rp200 Juta ke Ivan Gunawan

“Kalau bahasa Inggris karena sempet ada basic di pesantren, kemudian juga kalo Arab karena kuliahnya juga memang di Arab, di Mesir jadi alhamdulillah ada lah bekal,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menjelaskan latar belakang kemampuannya menggunakan bahasa Inggris dan Arab dalam prosesi akad nikah.

Zidni juga mengungkapkan bahwa pengalamannya menikahkan pasangan lintas negara terjadi dalam waktu yang berdekatan.

“Tanzania, dengan Arab, terakhir Jerman di minggu yang sama,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dalam satu pekan, ia pernah menjadi penghulu bagi pengantin dari beberapa negara berbeda, termasuk Tanzania, negara Arab, dan Jerman.

Belajar Berbagai Bahasa atas Kemauannya Sendiri

Meski demikian, Zidni mengakui bahwa dirinya belum sepenuhnya lancar berbahasa Jerman.

Dalam acara tersebut, ia menyampaikan bahwa kemampuannya masih terbatas dan masih terus dipelajari. Ia juga sempat memberikan contoh penggunaan bahasa Tanzania, yakni bahasa Swahili.

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah penghulu saat ini diharapkan menyesuaikan bahasa dengan latar belakang pengantin, Zidni menegaskan bahwa penggunaan bahasa selain Arab dan Inggris lebih merupakan inovasi dan keinginan pribadi.

“Kalau bahasa selain Arab Inggris, sih mungkin lebih ke inovasi dan keinginan pribadi. Kalau saya sih melihat mereka ini kan pengantin ada banyak keluarganya dari negaranya langsung. Jadi dia bukan menetap di Indonesia, jauh-jauh dari Jerman untuk menghadiri pernikahan dengan ucapan bahasa mereka,” jelasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending