Connect with us

Viral

Viral! Truk Pengangkut Logistik Korban Banjir Dibakar, Warga Kesal karena Hanya Dibuat Foto Lalu Dibawa Pergi

Truk Satpol PP Aceh Utara terbakar setelah insiden salah rute dan kecelakaan. Warga disebut marah soal distribusi bantuan banjir bandang.

Logompn

Published

on

Viral! truk pengangut logistik korban banjir dibakar, warga kesal karena hanya dibuat foto lalu dibawa pergi
Viral! Truk Pengangut Logistik Korban Banjir Dibakar, Warga Kesal karena Hanya Dibuat Foto Lalu Dibawa Pergi. Gambar : Kolase Tangkapan Layar TikTok/@m.dhevin.alfatih

Aceh, MPN Indonesia 11 Desember 2025 - Truk milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Utara terbakar di kawasan Kampung Kaki Bale, Kecamatan Langkahan, pada Rabu (10/12) malam.

Sebelum terbakar, truk tersebut dilaporkan terjungkal ke sungai saat mengangkut bantuan logistik untuk korban banjir bandang di wilayah terisolasi.

Kendaraan yang membawa 500 bungkus logistik itu berada dalam perjalanan pulang setelah menurunkan sebagian bantuan.

Kronologi Kejadian

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan truk terbakar di tepi jalan, dikelilingi sejumlah warga.

Di sekitar lokasi tampak bungkusan sembako yang disebut belum sempat dibagikan.

Video yang diunggah akun TikTok M Devina Alfatih menyebut bahwa truk dibakar karena warga kecewa bantuan hanya difoto lalu dibawa kembali.

“Mobil bantuan banjir dibakar warga dengan keadaan sembako masih penuh, karena mereka kecewa bantuan cuma dibawa saja, difoto, lalu dibawa pulang lagi,” tulis akun tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (11/12).

Lokasi kejadian disebut berada di Jalan Irigasi, Langkahan, Aceh Utara.

Dalam rekaman itu juga terlihat api membakar bagian belakang kendaraan, sementara beberapa warga berusaha menyelamatkan bungkusan sembako agar tidak ikut hangus.

Teriakan warga di video menunjukkan kemarahan mereka atas dugaan ketidakterbukaan dalam proses penyaluran bantuan.

Penjelasan Satpol PP Aceh Utara

Kepala Satpol PP Aceh Utara, Iskandar, membantah dugaan bahwa bantuan dibawa hanya untuk dokumentasi.

Ia menjelaskan bahwa logistik tersebut ditujukan untuk Gampong Sarah Raja, namun truk salah mengambil rute saat pengiriman.

“Tujuannya sebenarnya bantuan itu disalurkan ke wilayah Gampong Sarah Raja, namun kami salah rute. Harusnya lewat via Lhoksukon, tetapi malah menempuh jalur jalan Langkahan, jadi tidak bisa tembus karena jalannya ambles,” ujar Iskandar saat dikonfirmasi pada Kamis (11/12).

Baca Juga:  Unik! Istri di Lebak Banten Ngadu ke Damkar Minta Ditengahi usai Cekcok dengan Suaminya

Ia menjelaskan bahwa ketika truk mencoba berbalik arah, terjadi insiden yang membuat kendaraan tidak stabil hingga akhirnya jatuh ke sungai.

“Saat truk reo memutar balik, terjadi insiden ban pecah hingga miring dan mendekati alur sungai. Lantaran tidak terkendali lagi, akhirnya kendaraan itu terjungkal ke sungai,” jelasnya.

Iskandar juga menegaskan bahwa bantuan tersebut memang bukan untuk desa tempat insiden terjadi.

“Tujuannya memang ke Gampong Sarah Raja, kami salah jalur. Jadi kesan yang beredar tidak menurunkan bantuan dan hanya foto-foto saja itu tidak benar, karena memang logistik diperuntukkan untuk gampong lain,” ungkapnya.

Terkait pembakaran, pihaknya akan melakukan pemeriksaan internal.

“Terkait pembakaran, kami akan menginvestigasi dulu bersama anggota terkait motif masyarakat daerah tersebut,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menyalurkan bantuan secara merata ke desa-desa terdampak.

“Kami akan tetap berusaha mendistribusikan. Untuk laporan ke penegak hukum terkait pembakaran truk secara resmi belum dilakukan, hanya saja kemungkinan dilakukan hari ini menunggu arahan dari pimpinan (bupati),” pungkasnya.

Situasi di Lapangan

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari aparat keamanan maupun pemerintah daerah terkait keaslian kronologi yang viral di media sosial.

Namun sejumlah warga menyebut bahwa mereka merasa dipermainkan karena bantuan dianggap hanya datang untuk kepentingan dokumentasi.

(AKM/NID/RAD)

Trending