Connect with us

Viral

Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana, Dicegah Paspampres

Seorang perempuan berinisial JSLP (20) diamankan petugas karena diduga hendak melakukan bunuh diri di depan pagar Istana Merdeka.

Logompn

Published

on

Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana, Dicegah Paspampres
Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana, Dicegah Paspampres | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 27 Maret 2026 - Seorang perempuan berinisial JSLP (20) diamankan petugas karena diduga hendak melakukan bunuh diri di depan pagar Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (22/3).

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berjaga di Pos 02 sekitar pukul 23.35 WIB.

Petugas melihat gerak-gerik mencurigakan dari perempuan tersebut dan langsung menghampirinya.

“Selanjutnya mendatangi perempuan tersebut dengan tas sudah berada di bawah, dan sepatu sudah terlepas,” kata Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, Selasa (24/3).

Ditemukan Tali 2 Meter

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Komandan Posko dan diteruskan kepada anggota Brimob yang juga berjaga di lokasi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Di lokasi, petugas juga menemukan tali tambang sepanjang dua meter yang diduga akan digunakan untuk gantung diri.

“Percobaannya gantung diri karena memang ada tali yang kita amankan. Tali tambang warna putih sepanjang 2 meter,” jelas Rita.

Proses Pengamanan

Setelah laporan diteruskan, anggota Paspampres bersama Brimob bergerak menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Polsek Metro Gambir untuk pengamanan area.

Pada pukul 00.10 WIB, tim medis dari Bidokkes Polres Metro Jakarta Pusat tiba dan melakukan pendekatan terhadap korban.

“Namun, yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati,” ujar Rita.

Proses negosiasi berlangsung hingga akhirnya pada pukul 00.56 WIB JSLP berhasil diamankan oleh petugas.

Selanjutnya, perempuan tersebut dibawa ke Posko Pengamanan Polri di kawasan Istana untuk dimintai keterangan.

Baca Juga:  100 Pasangan Ikut Nikah Massal Kemenag di Masjid Istiqlal

Pada pukul 01.16 WIB, JSLP dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Korban Punya Riwayat Gangguan Kejiwaan

Dari pemeriksaan awal, diketahui bahwa JSLP merupakan warga Jakarta Timur dan memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Saat diamankan, petugas menemukan buku kontrol kejiwaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di dalam tas korban.

Berdasarkan temuan tersebut, polisi kemudian berkoordinasi dengan dokter yang sebelumnya menangani korban.

JSLP juga diketahui menunjukkan sikap tertutup selama pemeriksaan dan hanya menjawab singkat pertanyaan petugas.

“Yang dia katakan hanya, ‘Saya pengin bunuh diri, saya pengin bunuh diri’,” tutur Rita.

Korban Pelecehan Seksual

Hasil penelusuran polisi mengungkap bahwa korban pernah mengalami peristiwa pelecehan seksual pada 2023 di Jakarta Pusat dan telah melaporkan kasus tersebut ke unit PPA.

Perkara tersebut dinyatakan selesai setelah pelaku menikahi korban di Kantor Urusan Agama (KUA) Tegal, Jawa Tengah.

Setelah menikah, JSLP tinggal bersama suaminya di Sulawesi Tengah. Namun, ia kembali ke Jakarta setelah diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Mungkin di Sulawesi Tengah atau saat rumah tangga ada kejadian apa, ternyata ada kejadian KDRT. Akhirnya dia (JSLP) kembali lagi ke Jakarta,” lanjut Rita.

Saat ini, suami JSLP diketahui masih berada di Sulawesi Tengah.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending